Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Sebagian Besar Jawa Barat Potensi Kering Panjang

Awal musim kemarau, Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Sebagian Besar Jawa Barat Potensi Kering Panjang

— Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat memperkirakan musim kemarau 2026 di Jawa Barat berlangsung lebih awal dibandingkan kondisi normalnya. 

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu alias Ayu mengatakan, sebagian besar daerah diprediksi mengalami curah hujan dengan kategori bawah normal.

Prakiraan tersebut disusun berdasarkan analisis dinamika atmosfer serta pemodelan iklim menggunakan periode normal klimatologi 1991–2020.

"Awal musim kemarau diprediksi terjadi bertahap mulai Maret hingga Juni 2026, dengan sebagian besar wilayah memasuki musim kemarau pada Mei 2026," ujar Ayu dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (10/3/2026).

Daftar Wilayah Jawa Barat yang Masuk Musim Kemarau 

Teguh menjelaskan, awal musim kemarau sudah mulai terjadi pada Maret 2026 di satu Zona Musim (ZOM) atau sekitar 2,4 persen wilayah Jawa Barat.

Area terdampak meliputi Bekasi bagian utara, sebagian wilayah Kota Bekasi, serta Karawang bagian barat laut.

Memasuki April 2026, musim kemarau diprakirakan meluas ke empat ZOM atau sekitar 9,8 persen wilayah. 

Daerah yang mulai terdampak antara lain sebagian Bekasi dan Karawang, wilayah timur laut Purwakarta, Subang bagian utara, Indramayu, serta sebagian kawasan Cirebon.

Sebagian besar wilayah Jawa Barat diprediksi mulai mengalami kemarau pada Mei 2026. 

Jumlahnya mencapai 23 ZOM atau sekitar 56,1 persen wilayah. Cakupannya meliputi sebagian Bogor, Sukabumi, Cianjur, kawasan Bandung Raya, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Pangandaran, serta wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Ciamis, dan Banjar.

Periode kemarau kemudian diperkirakan semakin meluas pada Juni 2026 di 12 ZOM atau sekitar 29,3 persen wilayah. 

Area yang terdampak mencakup sebagian besar Bogor, Sukabumi bagian utara, Cianjur barat laut, Bandung Raya, Garut tenggara, Tasikmalaya selatan, hingga Pangandaran bagian barat. Terdapat pula satu ZOM bertipe satu musim di 2,4 persen wilayah.

Karakteristik Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat

Secara umum, musim kemarau di Jawa Barat diprakirakan didominasi curah hujan kategori bawah normal. Puncak periode kering diprediksi terjadi pada Agustus 2026.

Durasi musim kemarau diperkirakan berlangsung sekitar 13 hingga 15 dasarian. 

Lamanya periode kering tahun ini juga diprediksi lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Kondisi kemarau yang lebih panjang dengan curah hujan rendah berpotensi menimbulkan sejumlah dampak. 

Risiko yang perlu diantisipasi meliputi kekeringan meteorologis, berkurangnya ketersediaan air bersih, gangguan sistem irigasi pertanian, serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat melakukan langkah antisipatif sejak dini. 

Upaya yang disarankan antara lain optimalisasi pengelolaan sumber daya air serta penyesuaian jadwal tanam di sektor pertanian.

Informasi prakiraan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan di bidang pertanian, pengelolaan air, serta pengurangan risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Barat.

"Informasi ini diharapkan menjadi acuan dalam perencanaan sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air, serta mitigasi bencana di wilayah Jawa Barat," pungkas Ayu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang