Top 5+ Privacy Coin Ini bikin Transaksi Aset Kripto Kamu ‘Hilang Jejak’ di Blockchain, Nomor 1 Paling Misterius

Bitcoin, Ethereum, dan aset kripto lainnya.
Bitcoin, Ethereum, dan aset kripto lainnya.

Ketika kamu menggunakan aset kripto untuk bertransaksi, ada satu hal yang sering terlupakan: hampir semua aktivitas di blockchain bersifat terbuka.

Siapa pun bisa melihat alamat pengirim, penerima, dan jumlah yang dikirimkan. Transparansi ini memang membuat blockchain dipercaya, tetapi di sisi lain, banyak orang mulai mempertanyakan, sejauh apa data keuangan pribadi mereka terekspos di jaringan publik.

Di sinilah privacy coin hadir sebagai alternatif. Bukan sebagai alat pelarian atau teknologi tersembunyi, tetapi sebagai jawaban atas kebutuhan manusia untuk menjaga ruang pribadi. 

Sama seperti kamu tidak ingin orang asing melihat riwayat transaksi bankmu, beberapa pengguna kripto ingin privasi lebih dalam aktivitas digital mereka. 

Nah, pada artikel kali ini, Indodax mengajak kamu memahami 5 aset kripto yang sejak awal didesain untuk menjaga kerahasiaan itu bukan dengan cara yang misterius, tetapi lewat teknologi kriptografi yang sudah lama diteliti dan dikembangkan.

1. Monero (XMR)

Monero adalah nama pertama yang hampir selalu muncul saat pembahasan privasi dimulai. Monero dibangun di atas protokol CryptoNote, yang juga pernah dibahas dalam artikel khusus di Indodax Academy mengenai teknologi CryptoNote. Protokol ini menjadi pondasi fitur privasi seperti ring signature, stealth address, dan RingCT.

Kombinasi ketiganya membuat transaksi Monero tampak seperti bercampur dengan transaksi lain, alamat penerima tidak bisa dibaca publik, dan jumlah transaksinya disembunyikan sepenuhnya yang hampir selalu muncul saat pembahasan privasi dimulai.

Kombinasi ketiganya membuat transaksi Monero tampak seperti bercampur dengan transaksi lain, alamat penerima tidak bisa dibaca publik, dan jumlah transaksinya disembunyikan sepenuhnya.

Tidak seperti zcash yang menyediakan dua mode (publik dan privat), Monero menjadikan privasi sebagai default. Hasilnya, setiap transaksi terlihat sama dari luar.

Inilah yang menjadikan Monero sangat sulit dianalisis. Dalam laporan Monero Research Lab, upaya deanonymization seringkali gagal karena struktur transaksinya memang dibuat seragam dan tidak meninggalkan pola. Monero tidak menjanjikan kamu kebal pelacakan, tetapi menawarkan privasi mendalam yang sulit ditemukan di aset lain.

2. Zcash (ZEC)

Jika Monero adalah “semua privasi”, Zcash menawarkan keseimbangan. Pembahasan mengenai peningkatan fitur privasi di ekosistem lain seperti Ethereum juga sempat muncul dalam artikel Academy tentang fitur privasi terbaru Ethereum, yang memberi gambaran bagaimana teknologi privasi terus berkembang di berbagai jaringan.

Zcash sendiri menggunakan zk-SNARKs, sejenis zero-knowledge proof yang memungkinkan verifikasi transaksi tanpa membuka informasi apa pun., Zcash menawarkan keseimbangan.

Proyek ini menggunakan teknologi zk-SNARKs, sejenis zero-knowledge proof yang memungkinkan verifikasi transaksi tanpa membuka informasi apa pun.

Zcash menyediakan dua mode transaksi: transparent dan shielded. Mode transparent bekerja seperti Bitcoin, sementara shielded memberi privasi penuh dengan menyembunyikan alamat dan jumlah. Fleksibilitas ini membuat Zcash cukup populer di kalangan pengguna yang membutuhkan pilihan, bukan paksaan.

Perusahaan di balik Zcash, Electric Coin Company (ECC), juga aktif merilis penelitian kriptografi. Salah satu kontribusi pentingnya adalah pengembangan zk-SNARKs generasi baru yang lebih aman dan cepat.

3. Dash (DASH)

Dash sering dikenal karena kecepatan transaksinya, tetapi banyak yang lupa bahwa Dash juga menyediakan fitur PrivateSend, sebuah mekanisme berbasis CoinJoin.

Jika kamu ingin melihat bagaimana privasi juga bisa diterapkan pada dompet Bitcoin, artikel mengenai Wasabi Wallet bisa jadi rujukan lanjutan.

Fitur PrivateSend dijalankan oleh jaringan masternode, yakni server terdesentralisasi yang bertugas memproses campuran transaksi. karena kecepatan transaksinya, tetapi banyak yang lupa bahwa Dash juga menyediakan fitur PrivateSend, sebuah mekanisme berbasis CoinJoin.

Dalam CoinJoin, transaksi dari banyak pengguna dicampur menjadi satu paket besar lalu diproses sehingga tidak mudah mengetahui mana input dan output milik siapa.

Fitur ini dijalankan oleh jaringan masternode, yakni server terdesentralisasi yang bertugas memproses campuran transaksi. Meskipun tidak setingkat anonimitas Monero atau Zcash, Dash tetap menyediakan privasi opsional yang cukup untuk banyak pengguna.

4. 0x0.ai (0x0)

0x0.ai mengusung pendekatan yang lebih sederhana: otomatis mencampur transaksi hingga tidak terlihat saling berhubungan. Pendekatan ini memang tidak sekompleks Monero atau Zcash, tetapi tetap memberi perlindungan dasar untuk pengguna yang ingin kerahasiaan transaksi tanpa proses teknis.

Namun, karena belum memiliki sejarah teknis panjang, proyek ini masih dipantau dengan hati-hati oleh komunitas. Tetap ada kemungkinan risiko dari sisi keamanan maupun regulasi.

5. MimbleWimble Coin (MWC)

MimbleWimble memanfaatkan teknologi yang menghapus kebutuhan alamat dan menyembunyikan jumlah transaksi. Dalam sistem ini, transaksi direpresentasikan sebagai input dan output acak yang tidak menunjukkan hubungan langsung. Pendekatannya membuat blockchain lebih ringkas karena tidak banyak data yang disimpan.

MWC menawarkan privasi minimalis namun efektif. Blockchain-nya terasa “bersih” karena tidak menyimpan informasi yang biasa menjadi celah bagi analis blockchain.

Pendekatan seperti ini memiliki kesamaan dengan konsep private chain, yang juga dibahas dalam artikel Academy tentang perbedaan private chain vs public chain, di mana privasi jaringan diterapkan pada level infrastrukturnya. namun efektif.

Blockchain-nya terasa “bersih” karena tidak menyimpan informasi yang biasa menjadi celah bagi analis blockchain. Meski begitu, pengguna tetap harus paham bahwa privasi MimbleWimble berbeda dari privasi Zcash atau Monero yang jauh lebih dalam.