Ambil Langkah Berani di Tengah Ledakan Aset Kripto RI

OSL Indonesia.
OSL Indonesia.

Sebagai organisasi self-regulatory (SRO) pasar aset keuangan digital berlisensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta ekosistem infrastruktur aset keuangan digital terintegrasi pertama di Indonesia, ICEx Group terus berkomitmen mendukung pengembangan pasar aset keuangan digital yang aman, transparan, dan patuh regulasi.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

OSL Indonesia merupakan salah satu dari sebelas Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) pendiri sekaligus pemegang saham ICEx Group.

Transisi ini menjadi tonggak penting dalam proses onboarding bertahap seluruh PAKD pendiri ke dalam ekosistem ICEx. Itu merupakan sebuah inisiatif yang dilakukan melalui koordinasi erat dengan CFX guna memastikan keberlangsungan layanan tanpa gangguan bagi investor maupun pelaku pasar.

ICEx Group menyampaikan apresiasi kepada OSL Indonesia atas selesainya proses transisi ini, serta kepada CFX atas profesionalisme dan kolaborasi dalam mendukung proses yang tertib dan terkoordinasi dengan baik. Perkembangan ini terjadi di tengah momentum penting bagi industri aset keuangan digital Indonesia.

Berdasarkan data OJK yang dipublikasikan pada April 2026, jumlah investor aset kripto di Indonesia meningkat dari sekitar 4 juta pada 2020 menjadi lebih dari 21,37 juta per Maret 2026, melampaui jumlah investor pasar modal.

Nilai transaksi spot aset kripto bulanan mencapai Rp22,24 triliun pada Maret 2026, mencerminkan pertumbuhan partisipasi pasar yang berkelanjutan. ICEx Group beroperasi sebagai infrastruktur aset keuangan digital terintegrasi di bawah pengawasan OJK, yang terdiri dari tiga entitas.

Ketiganya yaitu Indonesia Crypto Exchange atau ICEx (bursa aset keuangan digital dengan nomor izin KEP-2/D.07/2026), Crypto Asset Clearing International (CACI) (lembaga kliring dengan nomor izin KEP-12/D.07/2026), dan International Crypto Custodian (ICC) (pengelola tempat penyimpanan dengan nomor izin KEP-11/D.07/2026).

ICEx Group berkomitmen untuk memastikan proses transisi yang lancar dan terkoordinasi bagi seluruh sebelas PAKD, yaitu Ajaib, Floq, Indodax, Mobee, Nanovest, OSL Indonesia, Reku, Samuel Kripto Indonesia, Tokocrypto, Triv, dan Upbit Indonesia.

Setiap PAKD akan menyelesaikan transisinya secara bertahap, selaras dengan kesiapan operasional serta tetap mematuhi ketentuan regulasi yang berlaku. Dalam proses ini, ICEx Group juga terus bekerja sama dengan CFX guna memastikan akses pasar yang berkelanjutan, kelangsungan layanan, serta perlindungan penuh terhadap aset pelanggan.

"Seiring berkembangnya pasar aset keuangan digital Indonesia, fokus kami tetap pada pembangunan infrastruktur yang menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan ketahanan jangka panjang bagi seluruh pelaku pasar," kata Kepala Eksekutif ICEx Group, Kai Hamza, Senin, 11 Mei 2026.

Sementara itu, Head of Marketing OSL Indonesia, Vincent Salaka, menyampaikan bahwa transisi ini merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan, yang mencerminkan fokusnya untuk tumbuh dalam ekosistem yang mendukung kejelasan regulasi dan kesiapan jangka panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan lebih dari 21 juta investor aset kripto dan kerangka regulasi yang semakin matang di bawah pengawasan OJK, Indonesia, sebagai salah satu pasar paling strategis bagi OSL, merepresentasikan kombinasi langka antara skala pasar dan kejelasan regulasi.

"Peran kami bukan hanya sebagai pelaku pasar, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem aset keuangan digital yang lebih kuat dan inklusif di Indonesia," jelas Vincent.