Triv Bongkar Strategi Besar di 2026: Bukan cuma Dagang Aset Kripto

Pendiri dan Kepala Eksekutif Triv, Gabriel Rey (kanan).
Pendiri dan Kepala Eksekutif Triv, Gabriel Rey (kanan).

Platform perdagangan aset kripto, Triv, menegaskan fokus strategis perusahaan sepanjang 2026 pada penguatan fundamental bisnis, peningkatan kualitas layanan, serta perluasan edukasi dan literasi aset kripto bagi masyarakat Indonesia guna memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika industri.

“Fokus utama kami tahun ini adalah memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna, serta memperluas edukasi dan literasi aset kripto agar masyarakat semakin memahami aset digital secara utuh dan bertanggung jawab,” kata Pendiri dan Kepala Eksekutif Triv, Gabriel Rey di Jakarta, Sabtu malam, 17 Januari 2026.

Ia juga terus membuka peluang pengembangan produk dan kolaborasi strategis yang sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan.

Setiap inisiatif pengembangan akan dilakukan secara selektif dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi, serta perlindungan pengguna.

“Pengembangan produk maupun kolaborasi strategis akan kami lakukan dengan memastikan seluruh inisiatif selaras dengan prinsip kepatuhan dan memberikan nilai tambah nyata bagi pengguna,” ujarnya.

Terkait prospek industri, Rey memandang masa depan industri aset kripto Indonesia masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar.

Namun, dengan catatan pertumbuhan tersebut harus dibarengi regulasi yang jelas, edukasi yang kuat, serta inovasi yang dilakukan secara bertanggung jawab.

“Industri aset kripto Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang, asalkan didukung regulasi yang jelas, literasi yang memadai, serta inovasi yang mengutamakan keberlanjutan,” imbuh dia.

Menandai satu dekade kiprah Triv di industri aset digital Indonesia, Rey menegaskan bahwa kemampuan perusahaan untuk bertahan dan tumbuh tidak terlepas dari strategi jangka panjang perusahaan yang konsisten.

Strategi tersebut yakni fokus pada kepercayaan pengguna, kepatuhan terhadap regulasi, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar, serta komitmen jangka panjang dalam membangun ekosistem.

“Kepercayaan pengguna adalah aset terbesar kami. Dengan menjaga kepatuhan, beradaptasi terhadap perubahan, dan berkomitmen jangka panjang terhadap ekosistem, kami optimistis Triv dapat terus tumbuh secara berkelanjutan,” tuturnya.

Dalam perjalanannya, Triv menghadapi berbagai tantangan, mulai dari volatilitas pasar aset kripto, perubahan regulasi, hingga beragamnya tingkat literasi masyarakat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Triv selalu mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi, penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta penguatan sistem keamanan dan teknologi.