Top 7+ Kuliner Legendaris di Glodok yang Wajib Dicoba, Rasanya Konsisten Sejak Puluhan Tahun
Di tengah maraknya restoran modern dan kedai kekinian, deretan kuliner lawas di Glodok tetap bertahan dengan cita rasa yang tidak berubah sejak puluhan tahun lalu. Inilah yang membuat kawasan ini selalu ramai dikunjungi, baik oleh para pencinta kuliner nostalgia maupun generasi muda yang ingin merasakan sensasi makan rasa zaman dulu.
Glodok bukan sekadar kawasan pecinan tertua di Jakarta, tetapi juga surga kuliner yang menyimpan banyak cerita. Proses memasak yang tetap tradisional, bahan-bahan segar, serta resep turun-temurun menjadi alasan mengapa banyak orang kembali ke Glodok.
Kedai-kedai menawarkan makana legendari di setiap piring punya warisan. Berikut deretan kuliner legendaris di Glodok yang tetap eksis hingga hari ini.
1. Kari Lam
Kari Lam menjadi ikon Glodok sejak 1973. Kuah karinya kental, aromanya pekat, dan racikan bumbunya terasa kuat tanpa terasa berlebihan.
Menu paling favorit adalah kari ayam kampung dan kari sapi dengan potongan daging besar yang empuk. Cita rasanya konsisten, sehingga membuat pembeli loyal terus kembali.
2. Bakmi Ahiang / Bakmi Amoy
Bakmi Ahiang dikenal sebagai bakmi legendaris yang mempertahankan rasa otentik ala Glodok. Mienya kecil dan kenyal, dipadukan dengan topping ayam cincang dan minyak bawang yang gurih. Rasanya sederhana, bersih, dan tidak berlebihan yang jadi ciri khas bakmi jadul yang sulit ditemukan di tempat lain.
3. Kopi Es Tak Kie
Kopi Es Tak Kie adalah kedai kopi yang sudah berdiri hampir satu abad. Pengunjung datang untuk menikmati kopi susu atau kopi hitam dalam suasana sederhana yang membuat siapa pun merasa kembali ke masa lalu.
Kesederhanaannya justru menjadi daya tarik utama, membuat kedai ini tetap relevan meski kedai kopi modern semakin banyak.
4. Kue Pancong Lucky
Kue Pancong Lucky menjadi salah satu jajanan yang selalu diburu. Disajikan hangat, teksturnya lembut dan gurih, dengan permukaan yang sedikit renyah. Meski terlihat sederhana, kue pancong ini memiliki cita rasa khas yang tidak mudah ditiru. Banyak pelanggan mengatakan rasa pancongnya tidak berubah sejak dulu.
5. Gado-Gado Direksi
Gado-Gado Direksi mempertahankan cita rasa Betawi yang kuat. Bumbu kacangnya medok, manis-gurihnya seimbang, dan porsinya mengenyangkan. Sudah ada lebih dari 50 tahun, kedai ini menjadi bukti bahwa makanan sederhana bisa bertahan ketika kualitas dan rasa dijaga dengan konsisten.
6. Cakwe & Kue Bantal Gang Gloria
Gerobak cakwe legendaris ini menjadi simbol Gang Gloria. Cakwe-nya renyah di luar dan lembut di dalam, sedangkan kue bantalnya empuk dengan aroma yang menggugah. Jajanan ini cocok untuk camilan selama menyusuri gang yang selalu ramai oleh pemburu kuliner.
7. Nasi Ulam Misjaya
Nasi Ulam Misjaya menyajikan perpaduan nasi, dendeng, semur daging, bihun, dan rempah yang kaya. Rasa klasiknya membuat kedai ini digemari lintas generasi. Dengan usia yang sudah puluhan tahun, Nasi Ulam Misjaya tetap mempertahankan kualitas tanpa kompromi.
Kuliner-kuliner legendaris ini membuktikan bahwa sejarah dan kelezatan bisa berjalan berdampingan. Glodok tetap menjadi ruang untuk merasakan kembali cita rasa autentik yang dibangun dari kerja keras, ketekunan, dan resep turun-temurun.