Warga Jawa Tengah Puluhan Tahun Andalkan Jembatan Bambu, Minta ke Pemerintah Tak Digubris

Anies Baswedan, Jembatan Titian Persatuan, Warga Jawa Tengah Puluhan Tahun Andalkan Jembatan Bambu, Minta ke Pemerintah Tak Digubris

Warga Desa Sambirejo, Kecamatan Jatiyoso dan Kampung Klotok, Kelurahan Bolong, akhirnya bisa merasakan jembatan yang layak setelah berpuluh-puluh tahun bergantung pada jembatan bambu.

Hal itu terwujud setelah eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama tim Aksi Bersama meresmikan jembatan gantung yang diberi nama Titian Persatuan, Jumat (30/1/2026).

Jembatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Aksi Bersama dengan para donatur yang menyumbangkan dana melalui platform KitaBisa.

Sebelum peresmian, Anies menjelaskan bahwa proses pembangunan jembatan sudah dimulai sejak 2025.

Ia juga sempat mengunjungi lokasi jembatan pada Selasa (2/12/2026). Saat itu, Anies melihat langsung kondisi jembatan bambu yang sehari-hari digunakan warga.

Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengaku ngeri melihat kondisi jembatan bambu, terutama karena ketinggiannya yang mencapai sekitar 30 meter.

"Saat 2 Desember saya ke sini, menyeberang jembatan itu, ya memang agak mengerikan," kata Anies sebelum meresmikan jembatan.

Jembatan Bambu Pernah Terbawa Arus Sungai

Usai peresmian, Kepala Desa Sambirejo Suhardi mengatakan, pembangunan jembatan akhirnya bisa terwujud setelah adanya inisiasi dari tim Aksi Bersama.

Ia menjelaskan, jembatan bambu yang selama ini digunakan warga sudah ada sejak ia masih kecil. Suhardi pun tidak ingat secara pasti sejak kapan jembatan bambu itu berdiri.

Dalam ingatannya, jembatan bambu tersebut menjadi akses utama ketika ia hendak pergi ke rumah orang tuanya di Matesih.

"Kondisinya seperti apa?" tanya Kompas.com.

"Nyebrang ya itu dalane gitu (jalannya seperti itu)," jawab Suhardi sambil menunjuk lokasi jembatan bambu yang kini sudah tidak difungsikan.

"Kretek pring (jembatan bambu) pirang tahun itu ganti pring (beberapa tahun pasti diganti). Bambu terus," tambah Suhardi.

Ia juga menceritakan momen ketika Jembatan Titian Persatuan belum berdiri.

Suatu ketika, jembatan bambu pernah hanyut terbawa arus sungai karena jarak antara jembatan bambu dan Sungai Gembong di perbatasan Sambirejo dan Klotok cukup pendek.

"Saiki wes jero ngono. Pernah keli terus gawe lagi ngeten (Dulu sungainya masih dalam. (Jembatan pernah terbawa arus lalu buat yang baru)," ungkap Suhardi.

Anies Baswedan, Jembatan Titian Persatuan, Warga Jawa Tengah Puluhan Tahun Andalkan Jembatan Bambu, Minta ke Pemerintah Tak Digubris

Kepala Desa Sambirejo Suhardi usai acara peresmian Jembatan Titian Persatuan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026).

Pembangunan Jembatan Tak Berkaitan dengan Pilpres 2024

Lebih lanjut, Suhardi menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Titian Persatuan tidak berkaitan dengan perolehan suara Anies di Desa Sambirejo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Menurut pengamatannya, warga di desanya justru lebih banyak memilih pasangan calon lain.

Namun demikian, Anies tetap datang untuk mengecek proses pembangunan hingga meresmikan jembatan.

Suhardi juga mengaku tidak mengetahui secara detail besaran dana yang dikeluarkan untuk pembangunan jembatan. Yang terpenting, kata dia, warga kini sudah memiliki infrastruktur yang layak.

Ia menambahkan, pembangunan jembatan sebenarnya sudah masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP), tetapi tidak pernah terealisasi.

Salah satu kendalanya adalah kebutuhan dana yang mencapai miliaran rupiah.

Suhardi mengaku pernah melakukan survei lokasi pembangunan jembatan bersama lurah.

"Di beberapa tempat yang di survei saya sama Pak Lurah, (Wilayah) Bolong itu ada tiga tempat yang harus dibangun supaya kendaraan besar bisa," ujar Suhardi.

"Ternyata bikin proposal ke kabupaten, ke provinsi, ke pusat tidak ada respons. Jadi, saya terpaksa ada ini jalan yang mencari warga, saya ya silakan saja gitu," sambungnya.

Anies Baswedan, Jembatan Titian Persatuan, Warga Jawa Tengah Puluhan Tahun Andalkan Jembatan Bambu, Minta ke Pemerintah Tak Digubris

Potret Jembatan Titian Persatuan di Karanganyar, Jawa Tengah. Jembatan ini diresmikan oleh Anies Baswedan, Jumat (30/1/2026).

Warga Sangat Berterima Kasih

Kompas.com juga meminta kesaksian warga terkait kondisi jembatan bambu seperti yang diceritakan Suhardi. Salah satunya adalah Wagimin Hadi Suwito (73).

Wagimin menyampaikan rasa terima kasih kepada Anies, Aksi Bersama, dan para donatur yang telah mewujudkan impian warga memiliki jembatan yang layak.

Seperti disampaikan Suhardi, jembatan bambu sebelumnya harus dibangun ulang hampir setiap tahun.

"Setiap tahun harus dikerjakan masyarakat semua, perbaikan terus," ujar Wagimin kepada Kompas.com.

"Ini (Jembatan Titian Persatuan) nanti semua masyarakat ya dari Klotok, dari Kleco, semua warga di sini bisa merasakan (jembatan baru) terima kasih yang sebesar-besarnya," tambahnya.

Wagimin menjelaskan, warga setempat sudah menggunakan jembatan bambu sejak lama. Dalam ingatannya, jembatan bambu tersebut sudah ada sejak tahun 1980-an.

Ia menegaskan bahwa permintaan masyarakat untuk membangun jembatan sebenarnya sudah disampaikan sejak lama, tetapi tak kunjung terealisasi.

"Pengajuan, pengajuan tidak ada pelaksanaan," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang