Stok Bulog 4 Juta Ton, Zulhas Pastikan 2025 Tak Ada Izin Impor Beras
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah mengeluarkan izin impor beras selama tahun 2025.
Penegasan itu disampaikan di tengah sorotan publik atas temuan masuknya 250 ton beras ke Sabang, Aceh, serta 40,4 ton beras di Batam, Kepulauan Riau, yang kemudian dinyatakan sebagai impor ilegal.
“Kita tidak pernah ada izin impor beras itu enggak ada,” kata Zulhas usai menghadiri 16th Kompas100 CEO Forum Powered by PLN 2025 di ICE BSD, Serpong, Tangerang, Rabu (26/11/2025).
Stok Beras Nasional Melimpah, Tak Perlu Impor
Zulhas menjelaskan bahwa gudang Perum Bulog saat ini menyimpan sekitar 4 juta ton beras, salah satu stok tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Ketersediaan itu didukung oleh produksi dalam negeri yang mencapai surplus 4,7 juta ton dari Januari hingga Desember 2025.
“Jadi kita enggak perlu impor dan tidak ada izin impor, tahun ini enggak ada, enggak ada. Tidak boleh,” tegasnya.
Ia juga menyinggung laporan mengenai rencana masuknya beras dari Thailand pada 13 November lalu.
Zulhas mengatakan telah meminta timnya menindaklanjuti laporan tersebut.
“Kalau memang betul, batalkan. Saya belum tahu perkembangan dan saya akan tunggu laporan,” ujar Zulhas.
Sebanyak 250 ton beras impor dimasukkan ke Sabang, Aceh.
Impor Ilegal 250 Ton Beras di Sabang Disorot Keras
Sebelumnya, Kementerian Pertanian bersama jajaran TNI menemukan 250 ton beras impor asal Thailand yang disimpan di gudang milik Multazam Sabang Group.
Penindakan itu dilakukan pada Minggu (23/11/2025).
Pemerintah menilai kegiatan impor tersebut melanggar aturan dan bertentangan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan larangan impor beras tahun ini.
Tidak hanya itu, pada Senin (25/11/2025), Kementan kembali menyita sejumlah komoditas impor ilegal lainnya, yakni:
- 40,4 ton beras
- 2,04 ton minyak goreng
- 4,5 ton gula pasir
- 600 kilogram tepung terigu
- 900 liter susu
- 240 pieces parfum
- 360 pieces mi impor
- 30 dus frozen food
Wali Kota Sabang dan Batam Temui Menteri Pertanian
Pasca-penindakan, Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam serta Wali Kota Batam Amsakar Achmad menghadap Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mencari solusi terkait penanganan kebutuhan pangan di wilayah masing-masing.
Sebagian artikel ini telah tayang di KOMPAS.com dengan judul .
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang