Persija Vs PSIM Yogyakarta: Laskar Mataram Pincang Ditinggal Ze Valente

Persija, PSIM, Ze Valente, PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, jean-paul van gastel, Super League 2025-2026, Persija vs PSIM, Persija vs PSIM Yogyakarta, Persija Vs PSIM Yogyakarta: Laskar Mataram Pincang Ditinggal Ze Valente

PSIM Yogyakarta akan bertandang ke markas Persija Jakarta di pekan ke-14 Super League 2025-2026.

Pertandingan Persija vs PSIM akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, pada Jumat (28/11/2025) mulai pukul 19.00 WIB.

Laga ini terasa spesial karena bertepatan dengan hari ulang tahun Persija ke-97.

Selain itu, duel melawan PSIM akan menjadi pertandingan pertama Persija setelah tujuh pekan tak bermain di Jakarta.

Pertandingan ini menyedot atensi suporter dan dikabarkan sebanyak 50 ribu tiket yang dipersiapkan sudah habis terjual.

Di balik atmosfer yang akan tersaji antara Persija dan PSIM, persaingan antar kedua tim papan atas tersebut tak luput dari sorotan.

PSIM datang dengan kepercayaan diri tinggi usai meraih kemenangan melawan Bhayangkara Presisi pada pekan lalu dengan skor 1-0.

Meski begitu, Laskar Mataram harus menghadapi masalah serius usai dipastikan tampil tanpa sang kapten, Ze Valente yang dihukum akumulasi kartu kuning.

Gastel Tak Risau Ze Valente Absen

Ze Valente dipastikan absen usai menerima empat kartu kuning saat melawan Persib Bandung (24/8), Bali United FC (20/9), Persis Solo (8/11), dan terakhir menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC (22/11).

Secara regulasi, Ze Valente harus menerima hukuman larangan bermain saat melawan Persija.

Menanggapi situasi tersebut, pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel menolak khawatir dan tetap optimis menatap laga nanti.

“Dia (Ze) memang pemain penting bagi kami. Namun, seperti yang selalu saya katakan kepada para pemain pengganti: ketika tim membutuhkan dan waktunya tiba, kalian harus siap. Jadi, sekaranglah saatnya,” ucap Van Gastel dikutip dari laman resmi klub.

Sementara itu, Ze Valente tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya karena harus meninggalkan rekan-rekannya di pertandingan krusial ini.

“Sungguh berat dan sangat menjengkelkan rasanya tidak bisa tampil di pertandingan sepenting ini,” ujarnya.

Pemain asal Portugal tersebut mengaku kecewa dan menyesali kartu kuning yang ia terima kala melawan Bhayangkara FC.

“Saya sudah berusaha keras menghindari kartu, tapi ada situasi di lapangan yang tidak bisa kita kontrol, dan itulah salah satunya,” Kata Ze Valente.

Persija, PSIM, Ze Valente, PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, jean-paul van gastel, Super League 2025-2026, Persija vs PSIM, Persija vs PSIM Yogyakarta, Persija Vs PSIM Yogyakarta: Laskar Mataram Pincang Ditinggal Ze Valente

Pesepak bola PSIM Yogyakarta Jose Pedro Ze Valente (kedua kiri) melakukan selebrasi bersama rekannya seusai berhasil menjebol gawang Persik Kediri pada laga BRI Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, D.I Yogyakarta, Jumat (31/10/2025). PSIM Yogyakarta menang atas Persik Kediri dengan skor 2-1. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/YU

Pesan Bijak Ze Valente

Beberapa hari menuju laga melawan Persija, Ze Valente berpesan kepada rekan-rekannya untuk bermain secara tim dan tidak mempermasalahkan absennya Valente.

"Kunci utama kita adalah tim. Saya bukan sosok yang istimewa, begitu juga pemain lain. Kita semua memiliki peran unik yang sama pentingnya, meskipun terkadang ada pemain yang memberikan pengaruh lebih besar di momen tertentu,” kata mantan pemain Persebaya tersebut.

Ze berharap para pemain Laskar Mataram tampil dengan keberanian tinggi dan yakin bisa meraih hasil postif di kandang Macan Kemayoran. 

“Jika kita paham apa yang harus dilakukan dan punya nyali untuk mengeksekusinya, kita pasti bisa memberikan kejutan untuk lawan,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Ze berpesan agar rekan setimnya bermain lepas dengan menjunjung tinggi sportivitas. 

Ia berharap siapa pun yang menggantikan posisinya dapat menunjukkan karakter terbaik.

“Saya berharap semua bisa menikmati pertandingan. Sadari bahwa ini laga penting, namun tetaplah sebuah pertandingan sepak bola biasa. Mereka harus mengerti bahwa saya—seperti halnya pemain lain—rela memberikan segalanya demi bermain di laga seperti ini." 

satunya cara menghormati upaya tersebut adalah dengan menunjukkan kualitas, kepribadian, dan kegembiraan mereka di lapangan,” pungkasnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang