4 Atlet Loncat Indah Melenggang ke SEA Games 2025, Pelatih Nasional Soroti Regenerasi hingga Target Medali
Rangkaian pertandingan cabang loncat indah di Indonesia Open Aquatic Championships (IOAC) 2025 resmi berakhir pada Rabu, 26 November 2025. Di hari pamungkas, tensi kompetisi meningkat karena menjadi ajang evaluasi terakhir sebelum para atlet pelatnas tampil di SEA Games Thailand 2025 yang digelar tiga minggu mendatang.
Dari arena Stadion Akuatik GBK, atmosfer terasa penuh tekanan sekaligus harapan. Sebanyak 108 atlet dari berbagai daerah telah unjuk kemampuan selama tiga hari, menjadikan IOAC 2025 sebagai salah satu kompetisi dengan partisipasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Momen ini dimanfaatkan pelatih nasional untuk menilai kesiapan tim, terutama empat atlet yang akan mewakili Indonesia di pentas Asia Tenggara.
Pelatih Nasional Loncat Indah, Harly Ramayani, mengaku puas dengan perkembangan para atlet muda yang tampil di IOAC 2025. Ia menilai regenerasi mulai berjalan, bahkan beberapa nama baru menunjukkan kualitas yang menjanjikan.
Loncat indah di IOAC 2025
“Saya sih gembira ya dengan hasil dari semua hasil pertandingan tiga hari ini. Yang terutama adalah kita kan memang perlu regenerasi ya,” buka Hartly di Stadion Akuatik, GBK Jakarta, Rabu 26 November 2025.
Harly yang juga menjabat sebagai PB akuatik bidang wakil tim nasional cabor loncat indah, menjelaskan bahwa dari segi teknis, jumlah atlet dengan kualitas baik mulai meningkat. Ia menyoroti munculnya atlet-atlet usia muda yang sudah berani mengeksekusi loncatan dengan tingkat kesulitan tinggi.
Para atlet muda di kelompok umur B dan A yakni usia 14, 15, hingga 18 tahun dinilai mulai menunjukkan level yang layak untuk diproyeksikan ke ajang internasional. Harly menekankan bahwa kelompok usia tersebut menjadi fokus utama apabila pelatnas dibuka kembali tahun depan.
Menatap SEA Games dengan Susunan Tim Rampung
Gladies Lariesa tampil di IOAC 2025
Harly yang kini menangani pelatnas untuk persiapan SEA Games 2025 memastikan bahwa komposisi tim sudah final. Indonesia hanya akan mengirim empat atlet karena terbatasnya nomor yang dipertandingkan.
“Memang ada target, kita cuma mengirim 4 putra. Karena nomornya cuma 4,” jelasnya. Ia menilai kondisi ini kurang ideal, namun tetap berkomitmen memaksimalkan peluang medali.
Untuk kategori putri, tim nasional menargetkan medali perak, sementara sektor putra ditargetkan membawa pulang perunggu. Harly menyampaikan optimismenya karena perkembangan loncat indah Indonesia cukup baik di kawasan Asia Tenggara.
Keempat atlet yang dipersiapkan pun telah tampil dalam IOAC 2025 sebagai bagian dari pemanasan sebelum turun di SEA Games Thailand.
Mereka adalah:
- Gladies Lariesa (putri)
- Linar Betiliana (putri)
- Muhamad Yudha Prastiyo (putra)
- Andriyan (putra)
Nama-nama ini menjadi tumpuan Indonesia untuk kembali bersaing di cabang loncat indah yang sebelumnya pernah melahirkan atlet berlaga di Olimpiade.
Tolok Ukur Terakhir Jelang Thailand
Sebelumnya Komite Teknis Loncat Indah, Pranarta, menegaskan bahwa hari terakhir IOAC 2025 berperan sebagai evaluasi final bagi para atlet pelatnas.
Ajang ini, kata dia, menjadi uji coba terakhir sebelum pertandingan loncat indah SEA Games digelar kurang lebih tiga minggu lagi, sehingga staf pelatih masih memiliki waktu memperbaiki kekurangan teknis.