Setahun Prabowo-Gibran, Pengamat Soroti Peran Polri Jaga Ketahanan Pangan Nasional
Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, R Haidar Alwi, menyebut bahwa di tengah turbulensi global seperti perubahan iklim, geopolitik, hingga fluktuasi harga pangan dunia, program Swasembada Pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi pijakan penting menuju kemandirian bangsa.
Namun menurutnya, ada hal menarik yang jarang disorot, yakni peran Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Salah satu aktor kunci di balik keberhasilan awal dua program tersebut bukan berasal dari kementerian teknis semata, melainkan lembaga keamanan: Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri),” kata Haidar Alwi, dikutip Senin, 20 Oktober 2025.
Haidar menjelaskan, keterlibatan Polri dalam mewujudkan swasembada pangan mencerminkan transformasi besar paradigma keamanan nasional. Polri kini tak hanya menjaga ketertiban, tetapi memastikan stabilitas sosial-ekonomi melalui ketahanan pangan.
Berbagai inovasi pertanian diperkenalkan Polri, mulai dari penggunaan bibit hibrida P27 hingga pupuk tekno MIGO Presisi Bhayangkara. Hasilnya signifikan — produktivitas lahan yang sebelumnya 4 ton per hektar, kini mampu menembus 9 hingga 14 ton.
“Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi efisiensi dan kemandirian baru dalam sektor pertanian,” ujarnya.
Gagasan besar ini turut diperkuat dengan rekrutmen bintara khusus pertanian, yang bertugas mendampingi petani desa secara ilmiah. Polri juga menggandeng universitas seperti Universitas Sriwijaya dan Universitas Lambung Mangkurat untuk meramu riset pertanian.
Inovasi pun merambah lingkungan, seperti pengolahan enceng gondok menjadi pupuk organik serta teknologi Watergen dan Pompa Air Tenaga Surya.
“Semua inisiatif ini mengandung pesan bahwa Polri mampu memikirkan strategi lintas sektor,” tambahnya.
Perkuat Gudang Pangan dan MBG Tanpa Celah Keamanan
Tak hanya produksi, Polri membangun 18 gudang ketahanan pangan di 12 provinsi dengan kapasitas 18.000 ton sebagai simpul logistik nasional.
Pada program Makan Bergizi Gratis, Polri membentuk 672 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menjangkau 2,35 juta penerima manfaat dan menyerap lebih dari 33 ribu tenaga kerja.
“Tidak ada satu pun kasus keracunan MBG dari SPPG Polri. Ini membuktikan disiplin dan ketelitian dalam menjaga standar keamanan pangan,” ungkap Haidar.
Keberhasilan tersebut turut mendapat apresiasi dari Rockefeller Foundation, menandai pengakuan internasional atas model ketahanan pangan berbasis keamanan sosial.
Haidar menegaskan, di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit, Polri kini hadir sebagai motor produktivitas nasional.
“Keamanan sejati bukan hanya ketiadaan konflik, namun hadirnya kepastian pangan, gizi, dan harapan hidup yang lebih baik,” tutupnya.