Undangan Pernikahan Digital Jadi Tren Pasangan Gen Z yang Praktis

undangan digital berbasis microsite, Bridestory, undangan pernikahan digital, Undangan Pernikahan Digital Jadi Tren Pasangan Gen Z yang Praktis

Pemanfaatan teknologi menjadi ciri khas gen Z dalam perencanaan pernikahan. Mulai dari mencari inspirasi, vendor, hingga menyebarkan undangan.

Jika dulu kabar bahagia dibuat dalam undangan cetak, kini undangan digital berbasis microsite menjadi pilihan. 

Product Manager Lead Bridestory Natasha Marcelia mengatakan, ?pasangan muda menginginkan undangan yang efisien dan fleksibel, serta mengandalkan sistem RSVP yang rapi dan terstruktur.

“Bentuk undangan digital sekarang jauh lebih interaktif. Tamu tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dapat langsung mengisi RSVP di dalam satu halaman,” jelas Natasha.

Ia menambahkan, gen Z yang modern memandang undangan online bukan sekadar pengganti kertas, tetapi solusi yang jauh lebih efisien, praktis, dan fleksibel.

Layanan seperti SayYes RSVP by Bridestory  menghadirkan pengalaman yang lebih terstruktur; dari undangan digital berbasis microsite, sistem RSVP online, hingga check-in tamu menggunakan QR di hari acara.

"Para tamu bisa melihat informasi lengkap (tentang acara) sekaligus mengisi RSVP langsung di halaman tersebut," ujarnya.

Kelebihan dan kekurangan undangan digital

Natasha mengatakan, undangan digital memiliki sejumlah keunggulan.

"Kelebihannya tentu saja praktis, lebih efisien dari segi biaya, apabila ada revisi dapat diubah dengan cepat tanpa perlu proses cetak ulang, dan bisa menggunakan sistem RSVP," katanya. 

undangan digital berbasis microsite, Bridestory, undangan pernikahan digital, Undangan Pernikahan Digital Jadi Tren Pasangan Gen Z yang Praktis

Efisiensi biaya juga menjadi pertimbangan signifikan. Dengan meningkatnya harga undangan cetak, banyak pasangan memilih opsi digital yang lebih fleksibel. 

Namun, Natasha menambahkan bahwa undangan digital bukan tanpa keterbatasan. 

“Masih ada sebagian tamu yang lebih nyaman menerima undangan fisik atau perlu dihubungi secara personal. Karena itu, cukup banyak pasangan yang tetap mengombinasikan keduanya,” ujarnya.

Selain undangan dan RSVP, berbagai platform turut menghadirkan fitur tambahan seperti pengelolaan tempat duduk, broadcast informasi menjelang hari-H, sehingga calon pengantin tidak perlu mengonfirmasi kehadiran tamu satu persatu. 

Ada pula opsi angpao digital, menyesuaikan dengan kebiasaan tamu yang semakin terbiasa dengan interaksi digital.

Pertimbangkan keamanannya

Dengan semakin menguatnya tren ini, vendor penyedia undangan digital pun semakin banyak. Namun, penting untuk memperhatikan aspek keamanan undangan ini.

"Fitur yang penting adalah keamanan penyebaran undangan, mulai dari verifikasi melalui WhatsApp Business account, hingga reliability sistem QR check-in di hari H untuk kemudahan registrasi tamu," katanya.

Dari segi harga, undangan digital cukup beragam  dimulai dari kisaran 500 ribuan untuk paket paling standar.

Menurut Natasha, variasi harga umumnya ditentukan oleh beberapa faktor, seperti jumlah tamu undangan, layanan yang dibutuhkan, jenis acara, hingga tingkat personalisasi desain yang diinginkan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih. Berikan apresiasi sekarang