Jamu, Minuman Herbal Kaya Manfaat yang Mendunia
Jamu merupakan salah satu minuman tradisional yang tak asing di telinga masyarakat. Jamu yang diperkirakan sudah ada sejak 1300 M ini umumnya digunakan masyarakat sebagai minuman obat tradisional untuk meningkatkan dan menjaga kesehatan.
Di Indonesia banyak sekali jenis jamu yang bisa kita jumpai. Hal ini dikarenakan proses pembuatan jamu yang mudah dengan memanfaatkan bahan baku dari alam seperti tanaman rempah-rempah. Berbagai daerah memiliki ciri khas jamu sesuai dengan tanaman rempah-rempah yang tumbuh di daerah tersebut.
Beberapa jenis jamu yang populer di kalangan masyarakat Indonesia antara lain kunyit asam, hingga beras kencur. Kunyit asam sendiri merupakan minuman yang terbuat dari kunyit dan asam jawa, jamu ini sering kali dipercaya baik untuk kesehatan wanita, seperti meredakan nyeri haid, dan memiliki rasa manis asam menyegarkan. Sementara itu, beras kencur yang terbuat dari beras dan kencur, jamu ini dikenal dengan rasa hangatnya dan sering dikonsumsi untuk meredakan pegal-pegal dan membuat badan bugar.
Berbicara mengenai jamu, Acaraki Jamu Festival (AJF) kembali hadir dengan semangat baru melalui edisi Pahlawan sebuah perayaan yang menggabungkan menjamu melalui seni, dan budaya dalam satu pengalaman menyeluruh.
Diselenggarakan bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional, festival ini menjadi ruang penghormatan bagi mereka yang berjuang menjaga dan meneruskan warisan Nusantara dari pelaku budaya, pekerja harian, hingga masyarakat umum yang menjalankan perannya sebagai pahlawan yang bekerja dalam bayangan.
Acara Jamu Festival
Edisi ini merupakan bagian dari rangkaian tahunan acaraki Jamu Nusantara, sebuah inisiatif yang berkomitmen untuk merevitalisasi sebagai simbol gaya hidup sehat, kreatif, dan warisan yang membanggakan. Mereka yang tetap teguh di tengah perubahan zaman, menjaga nilai-nilai budaya, dan memberi manfaat bagi sesama adalah wujud nyata dari pahlawan kehidupan.
Melalui festival ini, acaraki Jamu Festival mengangkat narasi bahwa jamu tidak lagi sekadar minuman tradisional, melainkan ikon budaya yang menyatukan kesehatan, kearifan lokal, dan jati diri bangsa.
Festival ini juga menjadi sarana komunikasi lintas bidang yang memperkuat kolaborasi antara dunia kesehatan, seni, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
”Dengan semangat kebersamaan, melalui kegiatan ini, diharapkan Jamu dapat terus beresonansi di ruang publik nasional maupun internasional sebagai warisan Nusantara yang relevan dan membanggakan,” kata penyelenggara acara dikutip dari keterangan resmi yang diterima Senin 24 November 2025.