VKTR Raup Laba Rp8 Miliar di Kuartal III-2025, Penjualan Kendaraan Listrik Meledak Lebih dari 100 Persen

VKTR gelar soft launching fasilitas perakitan kendaraan listrik komersial berbasis CKD pertama di Indonesia
VKTR gelar soft launching fasilitas perakitan kendaraan listrik komersial berbasis CKD pertama di Indonesia

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) membukukan kinerja solid hingga kuartal III-2025 di tengah dinamika industri kendaraan listrik nasional. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp8 miliar selama periode sembilan bulan pertama tahun ini.

Chief Financial & Risk Officer VKTR, Achmad Amri Aswono Putro, mengatakan pertumbuhan tersebut terutama berasal dari lonjakan penjualan kendaraan listrik. Penjualan di kuartal III-2025 tercatat sebesar Rp 717 miliar atau tumbuh 11 persen secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp646 miliar.

“Pertumbuhan ini utamanya didukung oleh segmen penjualan kendaraan listrik yang tumbuh signifikan lebih dari 100 persen yeay on year dibanding kuartal III-2024,” ujar Achmad dalam paparan Public Exposure VKTR yang diselenggarakan secara daring pada Jumat, 5 Desember 2025. 

Meski segmen kendaraan listrik mencatatkan ekspansi kuat, kontribusinya terhadap total penjualan konsolidasi masih terbatas. Dalam tiga tahun terakhir, kontribusi segmen ini berada di kisaran 10 persen hingga 15 persen.

Chief Financial & Risk Officer VKTR, Achmad Amri Aswono Putro

Di sisi profitabilitas, keuntungan VKTR hingga bulan September 2025 lebih rendah Rp10 miliar dibandingkan perolehan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai Rp18 miliar. Perseroan menjelaskan bahwa pelemahan laba disebabkan oleh peningkatan sejumlah biaya non-kas dan biaya keuangan.

“Perseroan mengalami penurunan akibat kenaikan beban penyusutan bersifat non-cash pasca selesainya pembangunan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik di Magelang, serta adanya peningkatan beban keuangan untuk modal kerja perseroan,” jelas Achmad.

Ia menambahkan, pendapatan dari sektor manufaktur terpantau cenderung stabil sepanjang periode berjalan. Namun, kebutuhan pembiayaan untuk pengembangan fasilitas produksi dan peningkatan persediaan membuat beban keuangan ikut meningkat.

Pada sisi neraca keuangan, perseroan mencatat pertumbuhan aset meningkat 15 persen secara year to date (ytd) menjadi Rp1,85 triliun. Kenaikan ini terutama berasal dari meningkatnya persediaan terkait proyek penjualan kendaraan listrik yang belum dapat diakui sebagai pendapatan, serta penambahan aset tetap baru.

Liabilitas juga mencatat peningkatan signifikan dari Rp 453 miliar menjadi Rp p686 miliar. Lonjakan sejalan dengan bertambahnya pinjaman untuk pembelian mesin produksi dan fasilitas penunjang, serta tambahan pendanaan modal kerja VKTR untuk produksi kendaraan listrik. 

Sementara itu, ekuitas perseroan relatif stabil dengan kenaikan tipis menjadi Rp1,16 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan total ekuitas sebesar Rp 1,15 triliun. 

Dalam kesempatan yang sama, Anindra Ardiansyah Bakrie selaku Chief Executive Officer Perseroan, menyampaikan VKTR akan fokus pada inovasi berkelanjutan, eksekusi dan profitabilitas. Ini adalah langkah nyata perseroan membangun ekosistem kendaraan listrik yang andal, efisien dan berdampak positif.

"Kami yakin VKTR akan memberikan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham, mitra dan seluruh pemangku kepentingan. Mari kita bersama memajukan negeri dengan transportasi tanpa emisi," pungkas Ardi Bakrie.