Ekonomi Kuartal III-2025 Tumbuh 5,04 Persen, Ini Deretan Industri Penopangnya
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III-2025 mencapai sebesar 5,04 persen secara tahunan alias year-on-year (yoy).
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik, Moh. Edy Mahmud melaporkan, apabila dilihat secara kuartalan atau quater-to-quarter (Q-to-Q), pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 tumbuh mencapai 1,43 persen dibandingkan kuartal II-2025.
Dia memaparkan, sejumlah industri yang menjadi motor utama dari pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 antara lain seperti industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, hingga industri pertambangan.
"Dimana dari sisi lapangan usaha sebagian besar tumbuh positif, dengan kontribusi terbesar antara lain berasal dari industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan tambang," kata Edy dalam telekonferensi pers, Rabu, 5 November 2025.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau pabrik Industri pengolahan kelapa
Dia pun merinci porsi kontribusi dari sejumlah industri lainnya, yang juga menjadi penyokong bagi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III-2025 tersebut.
Antara lain yakni industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 1,13 persen, perdagangan 0,72 persen, Informasi dan komunikasi 0,63 persen, dan industri pertanian dengan kontribusi 0,61 persen.
Kemudian, konsumsi masyarakat masih menjadi salah satu kontributor terbesar yakni mencapai 82,23 persen bagi pertumbuhan ekonomi kali ini, karena berhasil tumbuh hingga mencapai 4,89 persen (yoy) pada kuartal III-2025.
Indikator penunjangnya yakni pertumbuhan konsumsi per kapita jasa makanan dan minuman sebesar 5,76 persen (yoy), serta akomodasi yang tumbuh hingga 7,49 persen (yoy).
Aktivitas pedagang dan konsumen di pasar tradisional sayur dan rempah-rempah. (foto ilustrasi konsumsi masyarakat)
Kemudian masih ada ekspor yang mencatatkan pertumbuhan 9,91 persen (yoy), serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebagai kontributor terbesar kedua yang berhasil tumbuh 5,04 persen akibat didorong oleh sub komponen mesin dan perlengkapan.
"Dari sisi domestik, konsumsi masyarakat masih terjaga dengan tumbuh sebesar 4,89 persen (yoy), didukung pertumbuhan konsumsi per kapita jasa makanan dan minuman yang tumbuh 5,76 persen serta akomodasi yang tumbuh sebesar 7,49 persen," ujarnya.