Benarkah Cincin Planet Saturnus Bisa Menghilang? Ini Penjelasannya
Cincin Saturnus selama ini menjadi ciri khas yang membuat planet tersebut mudah dikenali.
Planet keenam dari Matahari itu terkenal memiliki sistem cincin yang tersusun dari partikel es, ditambah sedikit puing batu dan debu.
Namun, meski tampak melekat dan tak terpisahkan, cincin Saturnus ternyata dapat menghilang dari pandangan kita di Bumi.
Fenomena ini diproyeksikan terjadi pada November 2025.
Mengapa cincin Saturnus bisa hilang dari pandangan?
Menurut penjelasan NASA (science.nasa.gov), hilangnya cincin Saturnus dari pandangan bukan berarti cincin tersebut lenyap.
Saturnus mengorbit Matahari dengan kemiringan sumbu sekitar 26,7 derajat. Kondisi ini membuat cincin-cincinnya terlihat bergeser naik-turun jika diamati dari Bumi.
Pada 23 November mendatang, Saturnus akan berada dalam posisi di mana cincin-cincinnya sejajar menghadap Bumi.
Karena cincin itu sangat tipis, maka dari sudut pandang kita, cincin tersebut tampak seperti menghilang.
Apakah cincin Saturnus akan muncul kembali?
Tak perlu khawatir. Cincin Saturnus tidak benar-benar hilang.
Seiring perjalanan orbitnya, cincin tersebut perlahan akan kembali terlihat.
Mengutip Wikipedia, peristiwa seperti ini terjadi dua kali setiap satu tahun Saturnus, atau sekitar setiap 15 tahun waktu Bumi.
Itulah penjelasan mengenai fenomena langka ketika cincin Saturnus tampak menghilang dari pengamatan kita di Bumi.
Artikel ini tayang di Kompas.com dengan judul Cincin Saturnus Bisa Menghilang? Ini Penjelasan yang Harus Anda Ketahui
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.