FAM Boleh Ajukan Banding, Namun Risiko Sanksi Lebih Berat Mengintai

Hannah Yeoh, Timnas Malaysia, Menpora Malaysia, skandal naturalisasi timnas malaysia, FAM Boleh Ajukan Banding, Namun Risiko Sanksi Lebih Berat Mengintai

Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Hannah Yeoh, menegaskan bahwa Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) memiliki hak untuk mengajukan banding atas sanksi FIFA ke Court of Arbitration for Sport (CAS).

Namun, Menpora Hannah Yeoh mengingatkan bahwa upaya tersebut memiliki risiko apabila CAS tidak mengabulkan permohonan FAM.

“Saya tidak boleh menghalangi hak FAM untuk membawa perkara ini ke CAS," ujar sang Menpora di Dewan Rakyat seperti dikutip dari Free Malaysia Today.

"Tetapi mereka harus bersiap, jika keputusan tidak memihak, hukuman itu bisa ditingkatkan."

Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap pertanyaan wakil rakyat Ramkarpal Singh mengenai apakah langkah banding tersebut tepat.

Hal ini mengingat tidak ada bukti baru yang akan dikemukakan FAM selain dokumen-dokumen yang sebelumnya sudah diserahkan ke FIFA dan ditolak mentah-mentah oleh Komite Banding federasi sepak bola dunia tersebut.

Yeoh sebelumnya menjelaskan bahwa sanksi yang mungkin dijatuhkan berpotensi berupa denda lebih besar hingga perpanjangan masa skorsing.

AFC Minta Keputusan Sebelum 31 Maret, Hasil Pertandingan Bisa Dibatalkan

Yeoh turut mengungkapkan bahwa Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah meminta FIFA untuk memastikan status tujuh pemain Harimau Malaya yang diskors sebelum 31 Maret, bertepatan dengan berakhirnya kualifikasi Piala Asia.

Jika FAM kalah dalam proses banding, AFC memiliki kewenangan untuk membatalkan hasil pertandingan.

“Keputusan boleh dibatalkan, dan pasukan lawan akan diberikan tiga poin dan tiga gol,” jelasnya. Selain itu, Komite Disiplin AFC berhak menjatuhkan hukuman tambahan selain pengurangan poin.

Hannah Yeoh, Timnas Malaysia, Menpora Malaysia, skandal naturalisasi timnas malaysia, FAM Boleh Ajukan Banding, Namun Risiko Sanksi Lebih Berat Mengintai

Pemain naturalisasi Timnas Malaysia, Hector Hevel (nomor 13), merayakan gol bersama rekan-rekannya pada laga Kualifikasi Piala Asia 2027 kontra Nepal di Stadion Sultan Ibrahim di Johor pada 25 Maret 2025.

Yeoh juga menegaskan bahwa dana RM15 juta atau sekitar 60 miliar rupiah yang dialokasikan pemerintah kepada FAM tahun ini tidak boleh digunakan untuk biaya banding ke CAS.

Dana tersebut secara khusus diperuntukkan bagi pelatihan pemain, perekrutan pelatih, dan program dukungan bagi skuad Harimau Malaya serta timnas U23 ke SEA Games.

“FAM harus menanggung biaya hukum mereka sendiri dengan dana internal,” tegasnya.

Pemalsuan Dokumen Pemain Diusut, Pemerintah Tak Bisa Intervensi FAM

Dalam sesi tersebut, Yeoh sepakat dengan wakil rakyat lainnya, Afnan Hamimi Taib Azamudden, bahwa pihak yang bertanggung jawab dalam pemalsuan dokumen kelahiran dan kewarganegaraan tujuh pemain harus segera ditangkap dan didakwa.

Namun, ia menjelaskan bahwa kementeriannya tidak dapat menuntut anggota komite FAM diberhentikan.

Hal itu dapat memicu sanksi skorsing dari FIFA yang sajngat anti terhadap campur tangan pemerintah ke dalam asosiasi sepak bola nasional.

Yeoh menambahkan bahwa Kemenpora Malaysia masih memiliki ruang untuk mengambil langkah pemulihan melalui arahan kepada Komisaris Sepak Bola untuk melakukan penyelidikan atau audit terhadap FAM bersama pakar hukum.

“Tetapi saya akan menangguhkan tindakan ini penyelidikan yang dilakukan oleh eks ketua hakim Raus Sharif selesai, supaya tidak tumpang tindih,” katanya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.