Pemain Naturalisasi Bodong Malaysia Keceplosan soal Tempat Lahir Kakek-Neneknya

Malaysia, FIFA, Timnas Malaysia, federasi sepak bola malaysia, skandal naturalisasi timnas malaysia, Gabriel Palmero, pemain ilegal malaysia, pemain naturalisasi bodong, Pemain Naturalisasi Bodong Malaysia Keceplosan soal Tempat Lahir Kakek-Neneknya

FIFA merilis dokumen 64 halaman yang menjelaskan rangkaian pemeriksaan terhadap tujuh pemain dalam skandal naturalisasi Timnas Malaysia.

Dalam laporan itu, muncul satu kutipan dari seorang pemain yang memicu kecurigaan besar mengenai asal-usul keluarganya.

Dalam wawancara tersebut, pemain itu keceplosan mengenai tempat lahir kakek dan neneknya.

Melansir New Straits Times pada Selasa (18/11/2025), pemain yang bersangkutan mengatakan kepada penyidik:

"Kakek saya lahir di Venezuela dan nenek saya di Spanyol... Maksud saya Malaysia, maaf."

Ucapan itu muncul ketika ia diminta menjelaskan latar belakang keluarganya untuk verifikasi dokumen.

Belum diketahui siapa pemain tersebut, hanya diidentifikasi sebagai pemain 1.

FIFA mencatat jawaban itu sebagai bagian dari rangkaian pernyataan kontradiktif.

Sang pemain sempat menyebut Venezuela dan Spanyol sebagai tempat lahir kakek serta neneknya, lalu mengubah jawabannya beberapa detik kemudian dan bersikeras keduanya berasal dari Malaysia.

Sorotan terhadap Dokumen

Dalam proses tersebut, FIFA menilai pemain tidak dapat memberikan salinan dokumen yang ia klaim pernah diserahkan kepada agennya saat makan bersama ayahnya.

Karena itu, pemeriksaan dilakukan berdasarkan tiga dokumen: a) akta kelahiran neneknya bernama Maria Belen Concepcion Martin yang diserahkan FAM, b) akta kelahiran lain yang diperoleh oleh administrasi FIFA, serta c) akta kelahiran versi pemerintah Malaysia.

Komite banding menyoroti kesulitan memverifikasi klaim pemain. 

Dalam sidang, ia menjadi peserta terakhir yang diwawancarai dan kembali memberikan jawaban awal tentang Spanyol sebagai tempat kelahiran nenek sebelum mengoreksi diri.

FIFA menuliskan ulang kutipan itu dalam laporannya: "Kakek saya lahir di Venezuela dan nenek saya di Spanyol… Maksud saya Malaysia, maaf."

Catatan tersebut dinilai penting oleh komite karena memperlihatkan ketidaksesuaian data dalam proses naturalisasi. 

Situasi itu ikut memperdalam kecurigaan terkait dugaan pemalsuan dokumen.

Sanksi dan Dampak terhadap FAM

Malaysia, FIFA, Timnas Malaysia, federasi sepak bola malaysia, skandal naturalisasi timnas malaysia, Gabriel Palmero, pemain ilegal malaysia, pemain naturalisasi bodong, Pemain Naturalisasi Bodong Malaysia Keceplosan soal Tempat Lahir Kakek-Neneknya

Timnas Malaysia mencatatkan kemenangan telak 4-0 atas Vietnam pada laga kedua Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Rabu (12/6/2025) malam

Hasil pemeriksaan mendorong FIFA memperkuat sanksi terhadap FAM atau federasi sepak bola Malaysia serta tujuh pemain ilegal Malaysia.

Pada 3 November, komite banding mengesahkan kembali hukuman yang sebelumnya dijatuhkan oleh komite disiplin.

FIFA menetapkan denda 350.000 franc Swiss untuk FAM dalam kasus ini.

Di sisi lain, tujuh pemain naturalisasi bodong Malaysia yang terlibat, yaitu Facundo Garces, Imanol Machuca, Hector Hevel, Gabriel Palmero, Rodrigo Holgado, Joao Figueiredo dan Jon Irazabal.

Mereka menerima skorsing 12 bulan ditambah denda 2.000 franc Swiss masing-masing.

Keputusan tersebut menjadi bagian dari rangkaian tindakan disiplin terkait FIFA dan perkembangan terbaru dalam skandal naturalisasi Timnas Malaysia.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.