Tanggapan Simon Tahamata soal Tren Pemain Naturalisasi Hijrah ke Super League
Kepala Pemandu Bakat PSSI, Simon Tahamata, menanggapi tren pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang memilih berkarier di Super League 2025-2026.
Dalam musim ini, setidaknya ada 10 pemain diaspora yang sebelumnya berkarier di luar negeri, termasuk Eropa, kini bermain di kasta tertinggi Liga Indonesia.
Tiga pemain bergabung dengan Persib Bandung, yakni Eliano Reijnders, Thom Haye, dan Dion Markx. Persija Jakarta merekrut Jordi Amat, Shayne Pattynama, Cyrus Margono, serta Mauro Zijlstra.
Dewa United mendatangkan Rafael Struick dan Ivar Jenner. Sementara itu, Jens Raven memilih bergabung dengan Bali United.
Perpindahan ini menjadi perhatian publik karena jumlahnya cukup banyak dalam satu musim kompetisi.
Fokus pada Sistem dan Pembinaan
Simon Tahamata menilai kehadiran pemain naturalisasi di Super League tidak menjadi persoalan utama.
Menurutnya, hal terpenting adalah semua pemain tampil di kompetisi tertinggi dalam negeri dan memberi contoh positif.
“Naturalisasi campur dengan timnas di sini. Sekali lagi, Indonesia besar ada banyak bakat di sini,” ujar Simon Tahamata kepada awak media di Jakarta.
Gelandang Persib Bandung Thom Haye melesatkan tendangan dari luar kotak penalti yang membentur mistar dalam laga melawan Bangkok United di fase Grup G AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026, Rabu (10/12/2025) di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Mantan pemain Ajax itu menyebut perhatian utama saat ini adalah memperbaiki sistem pembinaan. Ia ingin pelatih usia muda mendapat dorongan untuk membangun fondasi sejak dini.
“Sekarang saya mau memberi pesan kepada pelatih-pelatih yang mulai dengan anak-anak muda,” kata Simon.
“Saya ajak mereka main bola, mereka mempengaruhi anak-anak 12, 13 (tahun),” tegasnya.
Harapan untuk Talenta Lokal
Simon menekankan pentingnya memberi teladan kepada generasi muda. Ia berharap pemain di Super League bisa menunjukkan sikap profesional agar menjadi contoh bagi anak-anak.
“Jangan sampai mereka lihat contoh tidak bagus. Melatih dengan anak-anak, kita punya masa depan juga untuk bermain di tim nasional,” jelas Simon.
“Contoh naturalisasi semua. Kalau saya, saya akan cari anak-anak di sini. Karena di sini ada banyak paket. Indonesia besar, ya,” tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang