Anggur Laut Jadi Sumber Penghasilan Baru bagi Masyarakat Pesisir

Anggur laut
Anggur laut

 Anggur laut kini muncul sebagai komoditas baru yang semakin diminati masyarakat pesisir. Tanaman laut yang dikenal dengan sebutan sea grapes ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi di pasar domestik maupun ekspor.

Permintaan yang terus meningkat membuat anggur laut dilirik sebagai pilihan usaha yang lebih stabil dibanding tangkapan ikan yang sangat bergantung pada musim. Komoditas ini juga dapat dibudidayakan dengan teknik sederhana sehingga cocok bagi nelayan kecil.

Anggur laut memiliki keunggulan karena bisa tumbuh tanpa pakan tambahan, sehingga biaya operasional relatif rendah. Selain itu, sistem budidayanya dapat dikombinasikan dengan komoditas lain seperti udang atau bandeng.

Diversifikasi ini memberikan peluang bagi nelayan untuk memiliki pendapatan yang lebih terjaga sepanjang tahun. Ketika satu komoditas terdampak cuaca atau pasar, komoditas lainnya dapat tetap menopang ekonomi keluarga.

Sejumlah daerah pesisir mulai mengembangkan sentra kecil untuk budidaya maupun pembibitan anggur laut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi lokal melalui marikultur yang lebih ramah lingkungan.

Selain sebagai komoditas konsumsi, anggur laut juga diminati industri kesehatan dan kecantikan karena kandungan nutrisinya. Nilai tambah ini membuat peluang pasar semakin terbuka bagi masyarakat pesisir.

Pelatihan, pembibitan, dan akses pemasaran menjadi kebutuhan yang sering disorot oleh kelompok nelayan agar budidaya ini dapat berkembang lebih cepat. Dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak diperlukan untuk memastikan komoditas ini mampu tumbuh berkelanjutan.

Di Jepara Utara, masyarakat mulai melihat anggur laut sebagai peluang nyata untuk memperkuat pendapatan rumah tangga. Tambak-tambak yang tidak terpakai kini dimanfaatkan kembali untuk budidaya dan pembibitan, dengan dukungan dari PT Pelayaran Bahtera Adhiguna.

Ketua Kelompok Nelayan PKN-JU, Dwiyanto, menilai kehadiran anggur laut membantu nelayan memiliki alternatif usaha yang lebih stabil. “Budidaya komoditas ini memberi kami peluang baru, terutama ketika musim penghujan mengurangi hasil tangkapan,” ujarnya.

Dukungan pemerintah kecamatan juga terlihat dari upaya menyiapkan wilayah pesisir untuk kegiatan ekonomi berbasis marikultur. “Anggur laut menjadi potensi yang mampu membuka lapangan usaha baru bagi warga,” kata Camat Mlonggo, Ahmad Sofuan.

“Inisiatif ini kami jalankan untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesisir agar masyarakat dan lingkungan dapat tumbuh secara berkelanjutan bersama operasi perusahaan,” ungkap Sekretaris Perusahaan PT Pelayaran Bahtera Adhiguna, Aditya Yudanto, dikutip Selasa 18 November 2025.