Prediksi Harga Honda Super One, Dua Kali Lipat BYD Atto 1
PT Honda Prospect Motor (HPM) memberikan sinyal kuat kehadiran mobil listrik Honda Super One ke Indonesia dalam waktu dekat.
Jika dilihat dari segi dimensi, ada peluang Honda Super One jadi saingan baru BYD Atto 1 yang dijual mulai dari Rp 190 jutaan di dalam negeri.
Namun mereka masih menutup rapat informasi soal segmen incaran PT HPM dan kisaran harga Honda Super One apabila dipasarkan nantinya.
“Harganya ada di berapa, kita belum bisa jawab sekarang,” kata Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM di Jakarta belum lama ini.

Tetapi sudah ada spekulasi terkait harga Honda Super One buat pasar Indonesia.
Diketahui bahwa mobil listrik Honda Super One menggunakan basis yang sama dengan N One e: di pasar Jepang.
Di negara asalnya, Honda N One e: masuk ke dalam kategori kei car yang punya dimensi kompak.
Saat diluncurkan, Honda N One disebut memiliki harga sekitar 2,7 juta yen atau setara Rp 300 jutaan jika dikonversi ke dalam kurs rupiah.
Memakai patokan tersebut, ada peluang banderolnya di atas Rp 300 jutaan. Bakal lebih mahal mengingat ada beragam fitur baru dan pengembangan disematkan pada Honda Super One.
Bakal jadi tantangan di RI mengingat calon rivalnya, BYD Atto 1 dilego Rp 190 jutaan buat tipe terendah.
Bicara soal spesifikasi teknis seperti kapasitas baterai kemungkinan tidak berbeda jauh dari Honda N One e:.
Mobil listrik Honda N One e: menggunakan baterai 29,6 kWh, tawarkan daya jelajah 295 kilometer dalam satu pengisian daya.
Pengecasan dapat dilakukan secara singkat dalam mode fast charging, sekitar 30 menitan.
Tidak ketinggalan fitur-fitur pendukung seperti konfigurasi kursi belakang yang bisa dilipat rata dengan lantai bagasi, menambah kapasitas bagasi model tersebut.

Rangkaian fitur keselamatan Honda Sensing turut disematkan. Ini mencakup Traffic Jam Assist sampai Post-Collision Braking System.
Honda Super One diyakini masuk pasar Indonesia tahun depan. Unitnya sudah mulai tes jalan di Indonesia sebagai studi serta jadi kesempatan Honda meninjau kesiapan infrastruktur.
“Kapan (meluncur) kami belum bisa menjawab sekarang karena belum finalisasi,” tegas Billy.