Sebelum Beli, Kenali Penyakit Umum Honda CR-V Generasi Kelima Bekas

Honda CR-V, Sebelum Beli, Kenali Penyakit Umum Honda CR-V Generasi Kelima Bekas

Honda CR-V generasi kelima bisa menjadi salah satu sport utility vehicle (SUV) bekas yang jadi pilihan konsumen.

Desain yang modern, kabin luas, serta fitur yang relatif lengkap membuat mobil ini tetap diminati meski usianya sudah tidak muda lagi.

Namun, sebelum memutuskan membeli unit bekas, calon pembeli tetap perlu memperhatikan beberapa bagian penting agar terhindar dari biaya perbaikan yang tidak terduga.

Pemilik bengkel Iwan Motor Solo, Iwan, mengatakan bahwa secara umum Honda CR-V generasi kelima tergolong mobil yang cukup kuat dan tidak memiliki penyakit bawaan yang serius.

Honda CR-V, Sebelum Beli, Kenali Penyakit Umum Honda CR-V Generasi Kelima Bekas

Honda New CR-V 2017.

"Untuk Honda CR-V Gen 5 secara umum termasuk mobil yang cukup kuat dan jarang memiliki penyakit bawaan yang serius. Yang lebih sering kami temui di bengkel justru masalah karena faktor usia, pemakaian, dan perawatan sebelumnya," kata Iwan kepada Kompas.com, baru-baru ini.

Menurut dia, salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian adalah sektor kaki-kaki dan rack steer, terutama pada unit dengan jarak tempuh yang sudah tinggi.

"Pada unit dengan jarak tempuh tinggi, terkadang muncul bunyi pada kaki-kaki atau rack steer saat melewati jalan bergelombang," kata Iwan.

Ia menjelaskan, biaya perbaikannya cukup beragam tergantung tingkat kerusakan. Untuk komponen kecil bisa menghabiskan ratusan ribu rupiah, sementara jika membutuhkan overhaul atau penggantian komponen tertentu biayanya dapat mencapai beberapa juta rupiah.

Selain itu, sistem pendingin kabin atau AC juga perlu diperiksa secara menyeluruh sebelum membeli.

"Seiring usia kendaraan, performa AC perlu diperiksa, terutama pada mobil yang sering digunakan harian. Biaya perbaikannya tergantung komponen yang bermasalah, mulai dari servis ringan hingga beberapa juta rupiah," kata Iwan.

Khusus untuk CR-V bermesin 1.5 liter turbo, Iwan menyarankan calon pembeli memastikan riwayat perawatan mesin dilakukan dengan baik, terutama terkait penggantian oli.

"Mesin ini sebenarnya cukup andal, namun kualitas dan interval penggantian oli sangat berpengaruh terhadap umur turbocharger," ucapnya.

Hal lain yang tidak boleh luput dari perhatian adalah kondisi transmisi CVT. Menurut Iwan, pengecekan dapat dilakukan saat melakukan test drive.

"Saat test drive, pastikan akselerasi terasa halus tanpa getaran berlebih atau hentakan. Selain itu, periksa apakah riwayat penggantian oli transmisi dilakukan secara berkala," kata dia.

Iwan menambahkan, sebelum membeli Honda CR-V Gen 5 bekas, ada tiga hal utama yang sebaiknya menjadi fokus pemeriksaan.

"Pertama, riwayat servis yang jelas dan rutin. Kedua, kondisi mesin dan transmisi saat test drive. Ketiga, pemeriksaan bekas tabrakan atau banjir," ucap Iwan.

Dengan melakukan pengecekan menyeluruh pada aspek-aspek tersebut, calon pembeli dapat memperoleh gambaran kondisi kendaraan secara lebih akurat dan menghindari potensi biaya perbaikan besar setelah mobil digunakan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang