Bocoran Honda Super One, Meluncur di GIIAS dan Dijual Terbatas

Honda, GIIAS 2026, Honda Super One, mobil listrik, Bocoran Honda Super One, Meluncur di GIIAS dan Dijual Terbatas

Kehadiran mobil listrik ringkas Honda Super One di Indonesia tampaknya tinggal menunggu waktu.

Nama Honda Super One ramai diperbincangkan sejak muncul dalam data Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) DKI Jakarta, beredar informasi bahwa model tersebut akan meluncur pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Bahkan, jumlah unit yang disiapkan pada tahun pertama penjualannya dikabarkan cukup terbatas. Hal ini diungkapkan oleh salah satu tenaga penjual Honda di Jakarta.

"Super One akan launching di GIIAS 2026, limited hanya 100 unit saja di tahun ini. Kalau mau booking sekarang nanti dapatnya di September. Estimasi harga di Rp 320 juta," kata tenaga penjual Honda di Jakarta kepada Kompas.com, Rabu (11/6/2026).

Kuota Tahun Pertama Hanya 100 Unit

Jika informasi tersebut benar, maka Honda tampaknya akan menerapkan strategi penjualan terbatas pada tahap awal pemasaran Super One di Indonesia.

Jumlah 100 unit terbilang cukup sedikit untuk ukuran produk baru, terlebih segmen kendaraan listrik saat ini sedang berkembang dengan kehadiran berbagai model dari pabrikan Jepang, China, hingga Korea Selatan.

Meski demikian, strategi kuota terbatas bukan hal baru dalam industri otomotif. Selain menjaga eksklusivitas produk, langkah tersebut juga dapat menjadi cara untuk mengukur respons pasar sebelum meningkatkan volume distribusi.

Honda, GIIAS 2026, Honda Super One, mobil listrik, Bocoran Honda Super One, Meluncur di GIIAS dan Dijual Terbatas

NJKB diguga Honda Super One

Nama Super One Sudah Muncul di NJKB

Spekulasi mengenai kehadiran Honda Super One sebenarnya sudah muncul sejak beberapa waktu lalu.

Pemicunya adalah data NJKB DKI Jakarta tahun 2026 yang mencantumkan kode kendaraan JG6 A EV ZZE dengan nilai jual Rp 257 juta.

Kemunculan kode tersebut langsung memunculkan dugaan bahwa Honda tengah menyiapkan mobil listrik kompak untuk pasar Indonesia.

Banyak pihak kemudian mengaitkannya dengan Honda Super One yang sebelumnya sempat diperkenalkan dalam berbagai pameran internasional dan disebut-sebut sebagai calon "Brio listrik".

Performa Setara Mobil Perkotaan Modern

Berdasarkan spesifikasi yang pernah dipamerkan pada Singapore Motor Show dan Japan Mobility Show, Honda Super One menggunakan motor listrik berkekuatan 95 PS atau sekitar 70 kW.

Tenaga tersebut disertai torsi 162 Nm yang disalurkan ke roda depan.

Platform yang digunakan disebut memiliki basis yang mirip dengan Honda N-ONE e: yang dipasarkan di Jepang, namun dengan dimensi yang lebih besar sehingga tidak masuk kategori kei car.

Untuk urusan baterai, Honda belum mengumumkan kapasitas resmi. Namun, kemampuan pengisian cepat DC dari 20 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit membuat kapasitas baterainya diperkirakan berada di kisaran 29,6 kWh.

Dengan spesifikasi tersebut, jarak tempuhnya diprediksi sedikit di bawah 295 kilometer berdasarkan standar WLTP.

Honda, GIIAS 2026, Honda Super One, mobil listrik, Bocoran Honda Super One, Meluncur di GIIAS dan Dijual Terbatas

Honda Super One

Tampil Sporty dan Lebih Premium

Dari sisi desain, Super One hadir dengan karakter yang cukup berbeda dibanding mobil listrik mungil Honda lainnya.

Mobil ini menggunakan fender yang lebih mengembung, ban berprofil lebar, serta postur bodi yang lebih rendah untuk menonjolkan kesan sporty.

Masuk ke dalam kabin, desain interior tetap mengusung konsep minimalis khas kendaraan listrik modern.

Namun Honda dikabarkan memberikan sentuhan yang lebih premium melalui penggunaan jok dengan penopang tubuh yang lebih baik serta balutan material kulit parsial.

Fitur yang tersedia juga tergolong lengkap, mulai dari layar sentuh 9 inci Display Audio, sistem audio Bose delapan speaker, hingga paket fitur keselamatan aktif Honda Sensing.

Jika benar meluncur di GIIAS 2026 dengan harga sekitar Rp 320 juta, maka Super One berpotensi menjadi salah satu model yang menarik perhatian pengunjung pameran.

Terlebih, kuota yang hanya 100 unit pada tahun ini dapat membuat persaingan untuk mendapatkan mobil listrik tersebut menjadi lebih ketat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang