Rupiah Loyo, Harga Suku Cadang-Ongkos Servis Motor Honda Naik!
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar ternyata berdampak ke mana-mana. Bahkan, harga suku cadang dan biaya servis motor di bengkel resmi Honda mengalami kenaikan signifikan.
Henry Tulus selaku Head of Part Main Dealer (PMD) PT Wahana Makmur Sejati (WMS) menjelaskan, semenjak rupiah melemah, harga suku cadang dan biaya servis motor Honda mengalami kenaikan hingga 15 persen. WMS merupakan main dealer Honda untuk konsumen di Jakarta dan Tangerang.
"Dampak lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar memang memengaruhi penyesuaian harga beberapa kebutuhan perawatan kendaraan, termasuk sparepart dan oli, dengan kisaran kenaikan rata-rata sekitar 10-15 persen," ujar Henry Tulus kepada detikOto, dikutip Kamis (12/6).

Bengkel Wahana Honda Foto: Dok. Wahana Honda
Namun, Tulus memastikan, penyesuaian harga tersebut tak berdampak ke penurunan jumlah konsumen. Bahkan, angkanya masih terbilang stabil.
"Meski demikian, hingga saat ini kami belum melihat adanya penurunan permintaan dari konsumen terhadap kebutuhan sparepart di jaringan AHASS. Penjualan sparepart dari Main Dealer ke AHASS maupun dari AHASS ke konsumen masih berada dalam kondisi yang stabil," tambahnya.
Bagaimanapun juga, melakukan servis dan pergantian suku cadang merupakan suatu keharusan. Sehingga, ketika harganya naik, konsumen tetap akan melakukan transaksi. Mereka juga ingin mendapat jaminan komponen yang terpasang di motornya asli dan punya kualitas baik.
"Di tengah kondisi ekonomi saat ini, konsumen justru makin lebih selektif. Konsumen cenderung memilih melakukan pembelian di AHASS karena lebih terjamin keaslian dan kualitas produknya melalui Honda Genuine Parts (HGP)," tuturnya.
"Hal ini menjadi penting untuk menghindari risiko penggunaan sparepart tidak asli yang berpotensi menimbulkan kerusakan lebih besar pada kendaraan," kata dia menambahkan.
Hingga berita ini dimuat, 1 US$ berada di kisaran Rp 17-18 ribu. Kenaikan nilai tukar itu tentu sangat berpengaruh ke harga-harga barang termasuk suku cadang kendaraan. Sebab, sejumlah material atau bahan bakunya memang masih impor dari luar negeri.