Kawasan Monas Macet Total, Buruh Tuntut UMP Naik Jadi Rp 6 Juta di Balai Kota

Kawasan Monas Macet Total, Buruh Tuntut UMP Naik Jadi Rp 6 Juta di Balai Kota

Ratusan buruh menggeruduk Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, pada Senin (17/11). Massa datang menuntut Gubernur Pramono Anung menaikan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta dari Rp 5.396.761 2025 menjadi Rp 6 juta pada 2026.

Ratusan massa yang hadir di antaranya dari Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia dan beberapa elemen lain.

"Tuntut UMP sebesar Rp 6 juta. Angka yang pantas untuk kehidupan layak," ucap orator saat demo di depan Gedung Balai Kota Jakarta.

Buruh menyatakan dalam lima tahun terakhir, kenaikan UMP DKI tidak adil bagi buruh, kecuali kenaikan UMP 2025.Mereka juga menuntut pemerintah menetapkan upah minimum sektoral provinsi (UMSP) DKI Jakarta sebesar minimal 5 persen di atas UMP DKI Jakarta.

Kawasan Monas Macet Total

Imbas aksi ini, kawasan di sekitar Monemen Nasional (Monas), Jakarta Pusat alami kemacetan. Sebab polisi menutup dari arah Jalan Ridwan Rais menuju Jalan Medan Merdeka Selatan. Kendaraan diharuskan lurus menuju Jalan Medan Merdeka Timur.

Sebelumnya, sebanyak 1.963 personel gabungan diterjunkan untuk mengawal unjuk rasa Aliansi Federasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh se-Jakarta serta sejumlah elemen massa di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Senin (17/11).

"Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang akan menyampaikan pendapatnya dengan humanis dan profesional," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, Senin (17/11). (Asp)