Jadi Pengasuh Anak Miliarder, Wanita Ini Digaji Hampir Rp 40 Juta Dalam Waktu Setengah Sehari

Ilustrasi babysitter, baby sitter, pengasuh anak, pembantu rumah tangga.
Ilustrasi babysitter, baby sitter, pengasuh anak, pembantu rumah tangga.

Siapa sangka menjadi pengasuh anak atau nanny bisa memberikanmu segalanya mulai dari gaji yang fantastis hingga pengalaman super eksklusif. Hal ini lah yang dirasakan oleh Gloria Richard. Dirinya diketahui menekuni profesi sebagai pengasuh anak untuk keluarga milarder.

Menjadi pengasuh lebih dari 10 tahun, Gloria bisa menghasilkan uang sebesar Rp 33 juta dalam satu hari. Tak hanya gaji harian yang fantastis yang diterimanya, lantaran profesinya itu Gloria juga bisa merasakan kehidupan para miliarder. Mulai dari naik pesawat jet pribadi hingga liburan ke destinasi eksklusif di berbagai belahan dunia.

Melansir laman CNBC, Gloria mengungkap dalam satu hari dirinya bisa bekerja 12 hingga 15 jam. Selama itu dia harus memastikan tugas-tugasnya bisa dikerjakan sebaik mungkin. Beberapa tugas yang dibebankannya sebagai seorang pengasuh keluarga milarder pun berbeda dengan pengasuh pada umumnya. Sebagai pengasuh untuk anak-anak orang kaya, Gloria memiliki tugas untuk mengatur jadwal sosial anak-anak kliennya, memastikan kebutuhan pendidikan mereka terpenuhi, dan sering kali juga berperan sebagai sosok ibu pengganti.

Meski terdengar mudah,namun nyatanya ada saja tantangan tersendiri untuknya. Disebut Gloria, dirinya sering diminta untuk mengasuh anak-anak dengan kebutuhan khusus dari para miliarder atau selebritas sibuk yang jarang terlibat langsung dalam kehidupan anak-anak mereka.

“Ada wawancara penuh di mana para orang tua berkata, ‘Kami mencari seseorang untuk membesarkan anak-anak kami,’. Mereka bilang mereka punya anak agar bisa mewariskan trust fund, lalu berkata, ‘Aku akan menghabiskan waktu dengan mereka nanti setelah mereka masuk sekolah asrama dan bisa minum alkohol’,”kata Gloria.

Suka duka jadi pengasuh anak miliarder

Menjalani profesi sebagai pengasuh anak orang kaya, Gloria mengaku sempat menghadapi situasi-situasi ’membagongkan’. Sebut saja beberapa tahun yang lalu dirinya langsung diantar ke bandara untuk menemani anak-anak kliennya tanpa ditemani orang tua. Dengan menggunakan pesawat jet pribadi Gloria dan anak-anak langsung menuju resor eksklusif di Barbados yang disewa khusus untuk keluarga tersebut.

Tak sampa di situ, pengalaman unik lainnya juga pernah dialaminya. Disebut Gloria para kliennya kerap melakukan pembelian implusif seperti membeli rumah hanya karena singgah sebentar di suatu tempat, atau mencicipi steak seharga Rp 52 juta.

Meski begitu, Gloria juga pernah menghadapi perlakuan tidak menyenangkan. Beberapa klien menahan gajinya sebagai cara halus untuk menunjukkan ketidakpuasan terhadap pekerjaannya. Dalam situasi seperti itu, ia meminta bantuan agensi untuk menengahi.

Ia mengaku harus pandai menjaga keseimbangan antara menunjukkan empati kepada para klien dan tetap mengingat bahwa ini hanyalah pekerjaan.

“Aku pernah melihat keluarga yang mengalami duka besar di depan publik seperti perceraian, bahkan kematian. Kadang aku benar-benar jadi bahu tempat mereka menangis. Tapi satu detik kemudian, mereka bisa berubah dan marah padaku,” ungkapnya.

Gloria juga menambahkan bahwa menjadi perempuan kulit hitam yang bekerja untuk banyak keluarga kulit putih membawa tantangan tersendiri.

 

“Aku seorang perempuan kulit hitam, dan sering kali aku bekerja untuk keluarga kulit putih. Saat anak-anak mereka berusia enam atau tujuh tahun, mereka sudah punya pandangan tertentu terhadap orang yang terlihat seperti aku,” katanya.