Makna Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Diperingati Setiap 5 November

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Sejarah Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, 5 november, Makna Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Diperingati Setiap 5 November, Sejarah Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Dasar Hukum dan Jenis yang Dilindungi, Jenis Puspa dan Satwa Nasional, Tujuan dan Makna Peringatan HCPSN

Setiap tanggal 5 November, Indonesia memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN). 

Momen ini penting diperingati untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan dan sosial. 

Sejarah Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

Peringatan ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 4 Tahun 1993 yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto.

Tujuan utama peringatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan dan pelestarian puspa (tumbuhan) serta satwa (hewan) yang menjadi bagian dari kekayaan alam Indonesia.

Mengutip dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), peringatan HCPSN diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap flora dan fauna nasional yang kini banyak terancam punah.

Dasar Hukum dan Jenis yang Dilindungi

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, disebutkan bahwa tumbuhan dan satwa merupakan sumber daya alam yang tidak ternilai harganya sehingga kelestariannya harus dijaga.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan 919 jenis tumbuhan dan satwa langka yang dilindungi melalui Peraturan Pemerintah No. 92 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Jenis Puspa dan Satwa Nasional

Dalam Keppres No. 4 Tahun 1993, ditetapkan tiga jenis satwa nasional dan tiga jenis bunga nasional, masing-masing dengan kategori berbeda.

Satwa Nasional:

  • Komodo (Varanus komodoensis) – sebagai satwa nasional
  • Ikan Siluk Merah (Sclerophages formosus) – sebagai satwa pesona
  • Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) – sebagai satwa langka

Puspa Nasional:

  • Melati (Jasminum sambac) – sebagai puspa bangsa
  • Anggrek Bulan (Palaenopsis amabilis) – sebagai puspa pesona
  • Padma Raksasa (Rafflesia arnoldii) – sebagai puspa langka

Penetapan tersebut menggambarkan keindahan dan keunikan flora-fauna khas Indonesia yang menjadi simbol kekayaan alam nasional.

Tujuan dan Makna Peringatan HCPSN

  • Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional bertujuan untuk:
  • Menumbuhkan kepedulian dan rasa cinta terhadap satwa dan bunga nasional.
  • Meningkatkan perlindungan terhadap ekosistem, habitat, serta populasi flora dan fauna.
  • Mendorong kegiatan penelitian dan pengembangan guna menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.

Berbagai kegiatan edukatif dan konservasi dilakukan setiap tahun oleh pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi lingkungan. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat agar terus menjaga keberlangsungan keanekaragaman hayati Indonesia.

Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul:.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.