Resmi Dibuka Hari Ini! Simak Cara, Syarat, dan Jadwal Pendaftaran Bintara Brimob Polri 2025
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi membuka pendaftaran Bintara Brimob Tahun Anggaran 2026 mulai 10 hingga 18 November 2025. Rekrutmen ini bertujuan menyiapkan personel baru yang akan memperkuat satuan Brimob di berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan Pengumuman Kapolri Nomor: Peng/38/XI/DIK.2.1./2025 tertanggal 7 November 2025, proses pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi penerimaan.polri.go.id, dan dilanjutkan dengan verifikasi berkas di Polres masing-masing.
"Rekrutmen ini merupakan penerimaan calon Bintara Polri untuk menjadi Bintara Brimob berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) melalui pendidikan pembentukan Bintara Polri," demikian isi pengumuman Kapolri dalam dokumen resminya.
Kuota dan Tempat Pendidikan
Dalam pengumuman tersebut, Polri menetapkan kuota pendidikan sebanyak 2.000 orang dengan masa pendidikan selama lima bulan. Lokasi pelatihan akan tersebar di tiga Sekolah Polisi Negara (SPN), yakni SPN Polda Jawa Timur, SPN Polda Metro Jaya, dan SPN Polda Sulawesi Selatan.
Pendidikan ini dirancang untuk melahirkan personel yang memiliki karakter kebhayangkaraan, sehat jasmani dan rohani, serta menguasai kemampuan penindakan huru-hara, anti-anarki, dan pemeliharaan keamanan menggunakan teknologi digital menuju era Police 4.0.
Syarat Umum dan Khusus
Polri menetapkan sejumlah persyaratan umum bagi calon peserta, antara lain:
- Warga Negara Indonesia
- Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
- Berusia minimal 18 tahun pada saat dilantik
- Sehat jasmani dan rohani
- Tidak pernah dipidana
- Berkelakuan jujur, adil, dan tidak tercela
Adapun syarat khusus meliputi jenis kelamin pria, bukan anggota atau mantan anggota Polri/TNI maupun PNS, serta belum pernah mengikuti pendidikan pembentukan Polri, TNI, atau sekolah kedinasan lain.
Calon peserta juga wajib belum menikah, tidak bertato, bebas narkoba, dan memiliki tinggi badan minimal 165 cm untuk umum, serta 160–163 cm bagi ras Melanesia dari wilayah Papua dan sekitarnya.
Untuk kualifikasi pendidikan, minimal lulusan SMA/SMK/MA/MAK/SPM/PDF tahun 2020–2025 dengan nilai rata-rata ijazah minimal 70,00 (B). Sementara lulusan dari wilayah Papua dan Papua Barat diberi toleransi nilai minimal 65,00 (C).
Peserta lulusan Sarjana Terapan (D-IV) atau S1 juga dapat mendaftar dengan IPK minimal 2,75 dari program studi terakreditasi.
Tahapan Seleksi
Proses seleksi akan berlangsung selama 41 hari, dimulai dari pendaftaran online hingga sidang kelulusan akhir. Berikut jadwal lengkapnya:
- Pendaftaran Online dan Verifikasi: 10–18 November 2025
- Pakta Integritas dan Rikmin Awal: 19–22 November 2025
- Pemeriksaan Kesehatan Tahap I: 24–26 November 2025
- CAT Psikologi Tahap I: 27–28 November 2025
- Gladi dan Pelaksanaan CAT Akademik: 29 November–2 Desember 2025
- Pelaksanaan EKG: 3–4 Desember 2025
- Uji Kesamaptaan Jasmani dan Anthropometri: 5–9 Desember 2025
- Sidang Menuju Rikkes II: 11 Desember 2025
- Rikkes Tahap II: 12–13 Desember 2025
- Wawancara PMK dan Psikologi II: 14–17 Desember 2025
- Rikmin Akhir: 18–21 Desember 2025
- Sidang Kelulusan Akhir: 23 Desember 2025
Kepala Biro SDM Polri (Karo SDM) menyampaikan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan secara transparan dan bebas dari praktik kecurangan. Peserta diimbau tidak mempercayai pihak mana pun yang menjanjikan kelulusan dengan cara tidak resmi.
Proses Pendaftaran
Calon peserta wajib membuat akun di situs penerimaan.polri.go.id, mengisi data pribadi dengan benar, dan mengunggah berkas sesuai format. Setelah mendapatkan nomor registrasi, peserta harus melakukan verifikasi di Polres masing-masing sambil membawa dokumen asli seperti KTP, KK, ijazah, SKCK, dan pas foto.
Verifikasi dilaksanakan setiap hari pada pukul 08.00–16.00 waktu setempat, dan peserta diwajibkan hadir sendiri tanpa perwakilan.
Polri juga melibatkan tenaga ahli independen dari berbagai lembaga, seperti Dinas Pendidikan, Disdukcapil, Ikatan Dokter Indonesia, Himpunan Sarjana Psikologi Indonesia, dan auditor TI, untuk memastikan seleksi berjalan objektif.