Jejak Panjang Pencarian Bilqis: Dijual hingga Lintas Pulau, Akhirnya Kembali ke Keluarga

Bilqis, bilqis diculik, bilqis diculik makassar, bilqis balita diculik, bilqis diculik jambi, Jejak Panjang Pencarian Bilqis: Dijual hingga Lintas Pulau, Akhirnya Kembali ke Keluarga

Kasus hilangnya Bilqis Ramdhani (4) terus menjadi perhatian publik setelah balita tersebut ditemukan selamat pada Sabtu (8/11/2025) malam di kawasan Suku Anak Dalam (SAD), SPE Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Jambi.

Ia ditemukan tanpa luka sedikit pun, seminggu setelah dinyatakan hilang di Makassar.

Pengejaran panjang ini terungkap dari rangkaian informasi, termasuk keterangan dari para pelaku yang ditangkap polisi. Salah satu petunjuk awal yang mengarah pada penyelamatan Bilqis datang dari pengakuan perempuan berinisial SY (30), pelaku pertama yang berhasil diamankan polisi.

Pengakuan SY: Awal Terungkapnya Jaringan Penjualan Bilqis

SY ditangkap di indekosnya di Jalan Abu Bakar Lambogo, Kecamatan Makassar, pada Kamis (6/11/2025). Ia merupakan wanita yang terlihat dalam rekaman CCTV sedang menggandeng Bilqis bersama dua anak lain di Kota Makassar.

Di hadapan polisi, SY menegaskan bahwa dua anak yang terekam CCTV memakai pakaian biru adalah anak kandungnya.

“Itu dua orang anak saya yang (tertangkap kamera) CCTV,” ujarnya.

SY mengaku membawa kedua anaknya agar Bilqis tidak curiga ketika akan dibawa pergi.

“Saya tidak intai, awalnya itu anak (Bilqis) bermain, jadi saya tanya mana mama mu, dia jawab tidak ada, terus saya tanya lagi mana bapak mu, dia cuma geleng-geleng. Tidak ada saya tawarkan, hanya saya bilang, sini mau kau ikut dengan saya,” kata SY.

Motif SY menculik Bilqis bermula dari tawaran seorang perempuan yang dikenalnya melalui Facebook. Orang tersebut menawarkan uang jika SY berhasil memberikan seorang anak kepadanya.

“Awalnya dia mau ambil itu anak (Bilqis) untuk dirawat dengan baik. Dia menawarkan uang Rp 3 juta, dia sudah transfer Rp 500.000 ke rekening saya,” tutur SY.

SY mengaku tega membawa Bilqis karena himpitan ekonomi dan awalnya yakin bahwa Bilqis hanya akan diadopsi oleh keluarga lain yang tidak memiliki anak.

“Sepengetahuan SY, Bilqis hanya akan dibawa ke Jakarta untuk diadopsi. Saya tidak tahu bagaimana sampai ke Jambi, itu yang beli orang Jakarta. Dia naik pesawat ke sini, lalu (Bilqis) dibawa sama perempuan orang Jakarta,” katanya.

SY sendiri mengaku terkejut setelah mengetahui bahwa Bilqis ternyata dijual lagi hingga ke Jambi. “Dia bawa ke sana saya juga tidak tahu, kalau dia jual kembali sampai ke Jambi saya juga kaget,” ungkapnya.

Informasi dari SY menjadi dasar penting polisi untuk menelusuri perpindahan Bilqis hingga terungkap bahwa korban dijual dengan harga sekitar Rp 80 juta.

Bilqis Ditemukan dan Dipulangkan: Tangis Haru Sambut Kedatangannya

Setelah mengikuti rantai penjualan yang dilakukan para pelaku, tim gabungan kepolisian akhirnya menemukan Bilqis dalam kondisi sehat di Merangin. Pada Minggu (9/11/2025), Bilqis diterbangkan ke Makassar dan tiba di Polrestabes sekitar pukul 14.15 WITA.

Keluarga yang menunggu langsung menangis ketika melihat Bilqis turun dari mobil.

“Alhamdulillah, alhamdulillah, adami Bilqis kasian,” seru seorang perempuan keluarga sambil memanggil nama balita itu.

Di Polrestabes, Bilqis menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis dan UPTD PPA Makassar. Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, memastikan kondisi Bilqis baik secara fisik maupun psikologis.

“Alhamdulillah anaknya sudah ditemukan tadi malam. Tadi sudah dicek kesehatannya. Alhamdulillah tidak ada tanda-tanda penganiyaan. Kondisinya juga baik, secara psikologis juga sudah dicek semuanya baik, mudah-mudahan tidak mengalami trauma,” ujar Arya.

Setelah pemeriksaan, Bilqis resmi dikembalikan kepada orangtuanya. “Tadi di depan kami dari Polrestabes menyerahkan anaknya kembali ke orangtuanya. Untuk dibawa segera ke rumah, kita berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini,” kata Arya.

Awal Kejadian: Hilang Saat Bermain di Taman Pakui Sayang

Kasus ini bermula pada Minggu (2/11/2025), ketika Bilqis hilang saat bermain di Taman Pakui Sayang, Jalan A P Pettarani, Makassar. Ayahnya, Dwi Nursam, kala itu sedang berlatih tenis di lapangan dekat lokasi.

“Saya sedang berada di lapangan tenis, mau olahraga sambil melatih. Terus anak saya itu bermain di pinggiran lapangan... Tapi setelah itu dia izin mau bermain di sebelah. Tapi tidak lama saya panggil sudah tidak ada,” jelas Dwi.

Rekaman CCTV yang memperlihatkan SY menggandeng Bilqis menjadi bahan utama penyelidikan polisi.

Dijual dari Makassar ke Yogyakarta, Lalu Berpindah ke Jambi

Usai penangkapan SY, polisi menemukan bahwa Bilqis telah berpindah tangan ke pelaku lain di Yogyakarta. Tim Satreskrim Polrestabes Makassar kemudian bergerak ke Yogyakarta, namun Bilqis saat itu sudah dijual lagi ke Jambi.

Di Jambi, Bilqis berada di tangan pasangan Ade Friyanto Syaputera (36) dan Mery Ana (42). Keduanya akhirnya ditangkap pada Jumat (7/11/2025) di sebuah penginapan di Kota Sungai Penuh.

Dari pemeriksaan, Ade dan Mery mengaku menjual Bilqis kepada seorang warga di Kabupaten Merangin seharga Rp 80 juta.

Polisi menelusuri informasi itu hingga ke kawasan Suku Anak Dalam dan melakukan pendekatan dengan tetua adat.

“Kemudian kita telusuri dan melakukan pendekatan terhadap temenggung (tetua adat Suku Anak Dalam) untuk mengembalikan Bilqis,” kata Kasat Reskrim Polres Merangin Iptu Eka Putra Yuliesman Koto.

Sosok Para Pelaku di Mata Warga

Ade dikenal warga Kampung Baru 2, Pasar Bangko, sebagai pribadi ramah dan supel. Ia pernah bekerja sebagai tenaga honorer di Pemprov Jambi dan disebut rajin mengikuti kegiatan sosial.

Sementara Mery Ana dikenal lebih tertutup namun sopan. Ia tinggal bersama orangtuanya di Bangko dan disebut telah lama berpisah dengan suaminya.

Rangkaian Kronologi Kasus Bilqis

  • 2 November 2025: Bilqis hilang di Taman Pakui Sayang, Makassar.
  • 3 November: Orangtua melapor; CCTV memperlihatkan SY menggandeng Bilqis.
  • 6 November: SY ditangkap dan mengakui membawa Bilqis karena himpitan ekonomi.
  • 7 November: Ade dan Mery ditangkap di Jambi.
  • 8 November: Bilqis ditemukan di Tabir Selatan, Merangin, setelah polisi menelusuri alur penjualan Rp 80 juta.
  • 9 November: Bilqis kembali ke Makassar dan diserahkan ke keluarganya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.