Tesla Setuju Gaji Elon Musk Rp 16.000 Triliun

Tesla, Elon Musk, Gaji Elon Musk, paket kompensasi telkomsel, Tesla Setuju Gaji Elon Musk Rp 16.000 Triliun

Pemegang saham perusahaan mobil listrik Tesla Inc, resmi menyetujui pemberian paket gaji senilai 1 triliun dollar AS (sekitar Rp 16.685 triliun, asumsi kurs Rp 16.685 per dollar AS) untuk sang CEO, Elon Musk. 

Keputusan ini diambil melalui rapat pemegang saham yang Tesla yang digelar pada Kamis (6/11/2025) waktu setempat, di Austin, Texas. 

Selama rapat, tercatat lebih dari 75 persen pemegang saham setuju dan mendukung keputusan untuk menggaji Musk dengan besaran nilai tersebut.

Pendiri SpaceX dan platform media sosial X (dulu Twitter) tersebut tampak antusias menyambut keputusan itu. 

Musk pun merayakan keputusan tersebut di atas panggung Gigafactory, Texas, bersama dua robot humanoid bernama "Optimus". 

Syaratnya wajib capai target

Rencana pemberian gaji bernilai fantastis itu dilaporkan baru akan mulai berlaku penuh pada tahun 2035 mendatang.

Namun, paket kompensasi bernilai fantastis itu tidak diberikan secara cuma-cuma. Ada segelintir catatan di mana Musk dan Tesla harus mencapai sejumlah target keuangan dan produksi yang telah ditentukan sebelumnya. 

Apabila target terpenuhi dan dengan skema yang sama, Musk juga dijanjikan akan mendapatkan kendali atas 25 persen saham Tesla, meningkat sekitar 12 persen dari yang dimilikinya saat ini. 

Secara khusus, beberapa target tersebut yaitu:

  1. Mencapai valuasi 8,5 triliun dollar AS dalam 10 tahun ke depan.
  2. Mengirimkan 20 juta kendaraan listrik kepada konsumen.
  3. Mengoperasikan 1 juta unit robot dan 1 juta robotaxi ke pasar.
  4. Menjual 10 juta langganan software Full Self-Driving (FSD) dalam tiga bulan

Selain itu, Musk dan Tesla juga dituntut agar bisa memimpin di sektor lain di luar kendaraan listrik.

Perusahaan bahkan diminta untuk meningkatkan kemampuan robot Optimus lebih dari sekadar bisa menari, serta memenangkan persaingan di bidang teknologi mobil otonom dan robotika.

"Tesla harus menjadi pemimpin pasar, bukan hanya di Amerika Serikat, tapi juga di Eropa dan wilayah lain," kata Seth Goldstein, analis ekuitas senior di firma keuangan Morningstar, dikutip KompasTekno dari Wired.

Paket gaji terbesar dalam sejarah korporasi

Keputusan pemegang saham Tesla untuk menggaji Musk senilai 1 triliun dollar AS dinilai sebagai langkah bersejarah dalam dunia korporasi. 

Paket kompensasi tersebut tidak hanya menjadikan Musk sebagai eksekutif dengan bayaran terbesar, tapi juga mencerminkan besarnya kepercayaan investor kepada CEO Tesla tersebut.

Dalam panggilan konferensi dengan investor bulan lalu, Musk menyiratkan bahwa dirinya yakin memiliki pengaruh kuat terhadap arah pengembangan perusahaan, khususnya di bidang robotika dan teknologi otonom.

Bahkan sebagai bentuk keyakinannya terhadap masa depan Tesla dan kendalinya, seusai rapat Musk langsung mengumumkan sejumlah langkah besar yang sedang dilakukan perusahaan.

Ia menyebut bahwa produksi kendaraan otonom Tesla bernama Cybercab, mobil tanpa setir dan kaca spion akan dimulai pada April 2026. 

Ia juga mengungkapkan rencana perluasan layanan robotaxi Tesla ke beberapa kota besar, seperti Dallas, Las Vegas, Miami, dan Phoenix. 

Untuk saat ini, Tesla sudah mengoperasikan layanan taksi otonomnya secara terbatas di wilayah Austin, Texas.

Namun, disebutkan bahwa operasi tersebut masih membutuhkan "safety rider" di kursi penumpang depan sebagai pengawas. 

Nah ke depannya, Musk menargetkan bahwa pengemudi pengaman tersebut akan dihapus sebelum akhir tahun 2025 mendatang.

Sebagai tambahan, Musk turut mengonfirmasi bahwa Tesla akan memperkenalkan generasi terbaru dari mobil sport Roadster, model yang sudah dibuka pemesanannya sejak 2017, pada 1 April 2026.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.