Pelaku Peragakan Detik-detik Lakukan Penculikan Sadis Terhadap Kacab Bank Cempaka Putih
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menggelar reka ulang adegan atau rekonstruksi kasus penculikan sadis yang menewaskan Kepala Cabang Pembantu (Kacab) salah satu bank BUMN di Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta (37).
Rekonstruksi digelar hari ini, dan diperankan langsung oleh para tersangka. Mereka memeragakan detik-detik penculikan sadis terhadap Ilham. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto membenarkan adanya rekonstruksi tersebut.
"Betul, rekonstruksi perkara pembunuhan Kepala Cabang BRI digelar oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya," kata dia, Senin, 17 November 2025.
Kabid Humas PMJ, Kombes Pol Budi Hermanto (tengah)
Rekonstruksi berlangsung terbuka dengan pengamanan ketat. Puluhan personel polisi ikut mengamankan proses rekonstruksi. Hadir pula Polisi Militer, pihak Kejaksaan, serta keluarga korban yang menyaksikan langsung jalannya reka adegan.
Para tersangka yang jumlahnya lebih dari 10 orang, dibawa ke lokasi dan terlihat duduk menunggu giliran untuk memeragakan adegan. Mereka dikawal ketat oleh petugas bersenjata. Adegan dimulai dengan memperagakan pertemuan empat tersangka di sebuah kafe kawasan Kota Cibubur.
Dalam rekonstruksi, penyidik membacakan narasi kejadian yang menunjukkan para pelaku tengah membahas rencana penculikan korban. Adegan juga menggambarkan penyerahan data-data pribadi korban yang dijadikan acuan aksi kejahatan tersebut.
Tak hanya itu, dalam salah satu adegan, terlihat adanya penyerahan uang di antara para tersangka. Adegan tersebut menggambarkan adanya perencanaan matang yang dilakukan sebelum eksekusi penculikan terhadap Ilham.
Adapun rekonstruksi dilakukan untuk menguatkan rangkaian bukti penyidikan, memastikan kecocokan keterangan tersangka, serta menggambarkan secara detail alur peristiwa yang menewaskan Ilham.
Video Detik-Detik Kacab Bank BUMN, MIP Diculik
Untuk diketahui, Mohamad Ilham Pradipta tewas diduga dibunuh. Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban diduga diculik terlebih dahulu.
Hal tersebut terkuak dari rekaman kamera CCTV yang merekam korban diangkut paksa beberapa orang. Saat itu korban tengah meeting dengan pihak Lotte Grosir secara offline di Lotte Grosir Pasar Rebo, pada 20 Agustus 2025.
Jasad korban ditemukan esok harinya pada 21 Agustus 2025. Tubuhnya berada di Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Saat ditemukan, jasadnya dalam kondisi tragis dengan tangan dan kaki terikat, mata dilakban.
Polda Metro Jaya sejauh ini berhasil meringkus 15 orang yang diduga kuat terlibat dalam aksi keji tersebut. Salah satu diantara mereka ada nama pengusaha bimbingan belajar online, Dwi Hartono. Dalam kasus ini Dwi Hartono merupakan aktor intelektual.