Dorong Ekonomi Selatan, Dedi Mulyadi Akan Bangun Jalur Kereta Jakarta–Bandung–Pangandaran, Nilai Proyek Rp 8 Triliun
Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan proyek besar di sektor transportasi yang akan menghubungkan Jakarta hingga kawasan wisata Pangandaran.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, jalur kereta api baru Jakarta–Bandung–Banjar–Pangandaran akan mulai dikerjakan pada 2027 hingga 2029, dengan total anggaran Rp 8 triliun yang bersumber dari APBD Provinsi Jabar.
“Pembangunan ini bukan sekadar proyek transportasi, melainkan juga investasi untuk pemerataan ekonomi wilayah selatan Jawa Barat,” ujar Dedi Mulyadi saat dihubungi, Kamis (6/11/2025).
Kolaborasi dengan PT KAI
Pembangunan jalur tersebut akan dilakukan melalui skema investasi bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Pemerintah daerah akan menanggung pembangunan rel, sistem sinyal, hingga modifikasi armada kereta.
“APBD kami sanggup untuk tiga tahun. Nilainya sebanding dengan dua tahun anggaran untuk pembangunan jalan,” jelas Dedi.
Menurutnya, proyek ini tidak hanya akan meningkatkan konektivitas, tetapi juga menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Priangan Timur.
Percepat Akses Menuju Pangandaran
Dedi menjelaskan, jalur kereta baru ini dirancang untuk memperpendek waktu tempuh dari Jakarta ke Pangandaran yang selama ini bisa memakan waktu hingga tujuh jam.
“Rata-rata perjalanan dari Jakarta ke Bandung sekitar 1,5 jam, Bandung ke Banjar empat jam, dan Banjar ke Pangandaran 30 menit. Nantinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan,” katanya.
Menariknya, Dedi menambahkan bahwa rute Jakarta–Bandung akan tetap dipertahankan dengan nuansa wisata alam, bukan hanya kecepatan.
“Pemandangan antara Jakarta dan Bandung itu luar biasa, jadi biarkan penumpang menikmati perjalanan. Tapi kalau untuk rombongan besar, bisa diatur jadi satu jam juga,” ujarnya.
Gubernur Dedi Mulyadi. Dalam momentum puncak peringatan Hari Jadi (Milangkala) ke-13 Kabupaten Pangandaran, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan pelunasan utang senilai Rp 50 miliar
Pusat Pertumbuhan Baru di Selatan Jabar
Proyek ini diharapkan dapat menjadi penggerak utama ekonomi di sepanjang jalur Bandung–Tasikmalaya–Ciamis–Banjar–Pangandaran.
Dengan adanya jalur baru, arus barang, pariwisata, dan mobilitas masyarakat akan semakin lancar.
“Ini akan membuka konektivitas baru, memperlancar mobilitas barang dan orang, dan tentu mempercepat pertumbuhan ekonomi di selatan Jawa Barat,” kata Dedi.
Selain membangun jalur baru, Pemprov Jabar juga berencana merenovasi Stasiun Bandung agar lebih tertata tanpa mengubah nilai sejarahnya.
“Karena stasiun itu heritage, jadi kami jaga nilai sejarahnya. Tapi nanti area parkir kendaraan tidak lagi di depan stasiun,” tambahnya.
Proyek “Kereta Pangan” untuk Wilayah Pantura
Tidak hanya fokus di selatan, Dedi juga menyiapkan sistem kereta angkutan bahan pangan di jalur Pantura.
Rencananya, akan dibangun jalur Cirebon–Indramayu–Subang–Karawang–Bekasi untuk memperkuat rantai pasok pertanian.
“Kalau gerbong angkutan bahan pangan sudah jadi, penggilingan padi akan dibuat dekat stasiun. Jadi petani di Pantura punya nilai tambah ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya, langkah ini merupakan strategi jangka panjang Pemprov Jabar untuk mengembangkan sistem transportasi yang mendukung pemerataan ekonomi di seluruh wilayah.
“Kereta bukan hanya alat angkut, tetapi sarana pemerataan dan kemajuan wilayah,” tegas Dedi.
Sebagian artikel ini telah tayang di KOMPAS.com dengan judul .
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.