Sule Pernah Jadi Tangan Kanan Dedi Mulyadi tapi Tolak Masuk Politik, Kenapa?
Pernyataan mengajutkan dari komedian kondang Entis Sutisna, atau yang lebih dikenal dengan nama Sule, menuai sorotan. Secara terbuka, ia mengungkapkan kedekatannya dengan Dedi Mulyadi, politisi senior yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.
Sule mengaku memiliki hubungan sangat dekat dengan sang gubernur, bahkan sempat menjadi sosok yang disebut-sebut sebagai “tangan kanan” dalam perjalanan politik Dedi.
Namun di balik hubungan erat tersebut, Sule menegaskan pendiriannya yang tak tergoyahkan yakni menolak terjun ke dunia politik. Scroll lebih lanjut yuk!
Sule kemudian menceritakan awal mula kedekatannya dengan Dedi Mulyadi, atau akrab disapa Kang Dedi (KDM). Persahabatan mereka bermula jauh sebelum KDM menjadi gubernur, tepatnya saat KDM masih menjabat sebagai Wakil Bupati Purwakarta.
Saat itu, grup lawak SOS, tempat Sule bernaung, tengah berjuang keras dalam sebuah kontes di televisi.
“KDM adalah salah satu orang yang banyak membantunya di awal karier,” ungkap Sule, mengutip video YouTube Nanda Persada, Minggu 2 November 2025.
Kedekatan mereka bahkan membuat Sule sering bercanda dengan menyebut dirinya sebagai “jubir nomor satu KDM”, karena kerap dimintai pendapat sebelum sahabatnya itu mengambil langkah politik.
“Apa-apa tuh kalau nggak nunggu instruksi dari saya mah, nggak bisa dia,” canda Sule sambil tertawa.
Meski demikian, komedian berusia 48 tahun itu menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki minat sedikit pun untuk masuk ke ranah politik. Ia bahkan sudah menyampaikan pesan langsung kepada Dedi Mulyadi agar tidak memberinya jabatan apa pun jika kelak terpilih sebagai pemimpin.
“Saya sudah berpesan. ‘Jangan, saya dikasih jabatan’,” tegas Sule.
Bagi ayah lima anak ini, dunia hiburan adalah panggilan hati yang tak bisa digantikan oleh jabatan apa pun.
“Nggak mau, saya seniman. Udah, saya kasih kerjaan aja, ngehibur masyarakat. Cukup udah,” pungkas Sule.
Sikap tegas Sule ini menjadi contoh langka di tengah fenomena banyaknya artis yang mulai terjun ke dunia politik. Ia membuktikan bahwa kedekatan dengan kekuasaan tidak selalu harus berujung pada ambisi jabatan. Dengan memilih tetap berkarya di dunia seni, Sule menegaskan prinsipnya bahwa integritas dan kecintaan pada profesi jauh lebih berharga daripada kekuasaan.