Soimah Blak-blakan Tolak Tawaran Masuk Politik, Ngaku Otak Gak Mampu dan Takut Korupsi
Artis multitalenta Soimah Pancawati kembali menarik perhatian publik lewat pengakuannya. Dalam sebuah perbincangan bersama Andhika Pratama dan Wendi Cagur, Soimah mengungkap bahwa dirinya ternyata pernah ditawari untuk masuk ke dunia politik.
Meski begitu, ia memilih untuk menolak tawaran tersebut dengan alasan yang sangat jujur dan apa adanya. Mulai dari karena latar pendidikan hingga takut melakukan korupsi. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Soimah
“Nggak (ada niat masuk politik), tapi tawaran mah mengalir,” ungkap Soimah saat ditanya soal peluangnya berpolitik yang dikutip dari YouTube Wendi Cagur pada Sabtu, 4 Oktober 2025.
Menurut Soimah, ia merasa dunia politik bukanlah tempat yang cocok untuk dirinya. Ia dengan rendah hati mengaku belum memiliki kemampuan dan kesiapan mental untuk terjun ke ranah tersebut.
“Karena gini otakku nggak mampu lah untuk ke situ. Aku harus sadar diri,” katanya.
Soimah juga menambahkan bahwa ia khawatir tidak bisa menjalankan tanggung jawab besar yang melekat pada seorang pejabat publik.
“Nggak lah, nggak mampu aku, takut,” ujarnya tegas.
Bahkan dengan gaya khasnya yang humoris namun jujur, Soimah sempat berseloroh bahwa dirinya hanya akan mau terjun ke dunia politik jika memiliki kekayaan luar biasa agar tidak korupsi.
“Kalo aku punya uang ratusan triliun baru aku mau, biar nggak korupsi,” ucapnya.
Soimah mengaku sudah beberapa kali mendapat ajakan untuk bertemu pihak-pihak yang ingin merekrutnya ke politik, namun ia selalu menolak untuk datang.
“Pernah (ditawari), nggak aku temuin soalnya nanti kalo ditemuin terus foto, nah udah jadi berita,” tambahnya.
Lebih lanjut, Soimah juga membeberkan beberapa hal yang membuatnya semakin yakin untuk menolak tawaran tersebut.
“Satu korupsi, dua nggak amanah, tiga otakku belum mampu. Macem-macem lah banyak,” ujarnya jujur.
Selain itu, Soimah menyadari bahwa gaya bicaranya yang ceplas-ceplos bisa jadi masalah besar jika ia benar-benar menjadi pejabat.
“Karena aku punya gaya bicara yang kasar yang nggak bisa diterima semua orang, jadi kalo misalnya aku jadi pejabat atau jadi DPR, wah bahaya dengan mulutku ini,” ungkapnya sambil tertawa.
Meski begitu, Soimah menutup pembicaraannya dengan nada bijak. Ia tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat pandangannya bisa berubah.
“Tapi kita nggak pernah tau ya ke depannya seperti apa,” tutupnya.