Sudah Seminggu Siswa SD Tambakrejo Semarang Tak Sekolah, Ganti 'Renang-renangan' di Lokasi Banjir
Banjir di Jalan Kaligawe Semarang membuat pemukiman di tepiannya bagaikan kampung air. Bayangkan, ratusan rumah terendam air hingga mencapai hampir satu meter. Sudah seminggu pula!
Selama itu pula warga setempat hilir mudik ke sana kemari dalam kepungan banjir. Sempat air surut sebentar pada hari Selasa 28 Oktober 2025 lalu. Tapi tiba-tiba air kembali naik meski hujan hanya mengguyur beberapa jam saja.
Dampaknya tak hanya pemukiman warga yang terkena. Air banjir tak pilih kasih. Sekolahan pun ikut-ikutan kebanjiran.
SD Negeri 01 Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari yang tak jauh dari Jalan Kaligawe terendam hingga menutup meja kelas. Seluruh halamannya terendam, pintu kelas pun tinggal separo yang terlihat. Sisanya ada di dalam air.
Kampung di Jalan Kaligawe Semarang yang terendam banjir.
Menurut salah satu warga yang tinggal di depan sekolahan, Nur (45), banjir yang menggenangi kampungnya, termasuk SDN 01 Tambakrejo, sudah berlangsung sejak Kamis 23 Oktober 2025. Dan pada Kamis berikutnya 30 Oktober 2025, banjir masih betah saja.
"Dari Kamis ke Kamis lagi, berapa lama itu? Seminggu lebih kan. Ini masih mending ya, agak surut. Kemarin malah lebih lagi," ungkapnya kepada VIVA
Jangan tanya siswanya masuk atau tidak. Jawabnya sudah jelas.
Seminggu ini para siswa dan guru praktis tidak bisa melakukan kegiatan belajar mengajar.
Apakah mereka kemudian belajar di rumah?
"Enggak pak. Semua libur, sekolah libur, murid libur, guru libur. Belajar di rumah juga nggak bisa, wong rumahnya banjir," kata salah satu anak seumuran SD yang sedang bermain renang-renangan di lokasi banjir.
Ya, renang-renangan kini menjadi hiburan bagi anak-anak setempat. Apalagi "kolam renang" berair coklat itu sesekali dihempas "ombak" saat truk besar lewat.
Kembali ke soal sekolah. Menurut warga, tak hanya SDN 01 Tambakrejo yang terendam banjir, tapi ada juga sekolah lain baik swasta maupun negeri yang kebanjiran.
"Ada sekolah Islam Al Fattah juga di Jalan Masjid Terboyo. Tapi yang paling tinggi banjirnya ya SDN satu Tambakrejo ini. Ada sih beberapa guru yang sesekali datang ke sekolah untuk keperluan. Tapi biasanya cuma sebentar, melihat keadaan, lalu pulang," kata Nur.
Dengan kondisi yang sudah seminggu terendam banjir, masalah pun kini mulai muncul. Salah satunya kesehatan warga yang terganggu. Beberapa instansi telah membuka posko kesehatan dan dapur umum di dekat Jembatan Banjir Kanal Timur. Di situlah warga, yang kebanyakan mengeluh gatal-gatal, bisa datang periksa, dan syukur-syukur dapat tambahan ransum dari dapur umum.
Laporan: Teguh Joko Sutrisno