Top 10+ Negara dengan Biaya Transportasi Publik Paling Mahal di Dunia, Paling Mahal 27 Kali Lipat Tarif Transjakarta
Kenaikan tarif Transjakarta dari Rp3.500 menjadi Rp5.000 per perjalanan sempat memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat. Jika dibandingkan dengan kota-kota besar di dunia, harga tiket Transjakarta sejatinya masih tergolong sangat murah.
Di luar negeri, terutama di kawasan Eropa, tarif transportasi publik bisa mencapai 27 kali lipat atau jika dibandingkan tarif transjakarta Jakarta. Data Compare the Market Australia 2025 mencatat, sejumlah kota seperti Reykjavik, Basel, dan Zurich menempati posisi teratas dalam daftar negara dengan ongkos transportasi publik paling mahal di dunia.
Kondisi ini memperlihatkan bagaimana kebijakan subsidi dan sistem transportasi publik di setiap negara sangat memengaruhi kemampuan masyarakat dalam mengakses mobilitas harian mereka. Berikut daftar lengkap 10 negara dengan biaya transportasi publik paling mahal di dunia.
1. Reykjavik, Islandia
Reykjavik menempati posisi pertama sebagai kota dengan tarif transportasi publik termahal di dunia. Harga tiket sekali jalan mencapai sekitar AU$7,94 atau setara Rp82.000. Biaya tinggi ini sejalan dengan biaya hidup di Islandia yang juga termasuk salah satu tertinggi di Eropa Utara.
2. Basel, Swiss
Kota Basel di Swiss berada di posisi kedua. Dengan tarif rata-rata AU$7,49 (sekitar Rp77.000) untuk satu kali perjalanan, sistem transportasi di Basel dikenal efisien, bersih, dan sangat tepat waktu. Harga tinggi tersebut juga mencerminkan kualitas layanan dan standar hidup yang tinggi di negara ini.
3. Lausanne, Swiss
Masih dari Swiss, Lausanne menempati urutan ketiga. Harga tiket sekitar AU$7,31 atau Rp75.000 per perjalanan membuatnya masuk daftar kota dengan transportasi publik termahal. Meski begitu, pemerintah Swiss menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang di setiap moda transportasi.
4. Munich, Jerman
Munich, salah satu kota besar di Jerman, menempati posisi keempat. Harga tiket sebesar AU$7,16 atau sekitar Rp73.000 dinilai sepadan dengan kualitas infrastruktur yang sangat baik, termasuk jaringan metro dan bus yang terintegrasi dengan baik.
5. Zurich, Swiss
Kota Zurich kembali menegaskan posisi Swiss sebagai negara dengan tarif transportasi tertinggi. Biaya tiket sekitar AU$7,11 (Rp72.000) menjadikannya simbol efisiensi sekaligus kemewahan dalam sistem transportasi Eropa.
6. Rotterdam, Belanda
Di Belanda, Rotterdam mematok tarif sekitar AU$6,99 atau Rp71.000 untuk sekali perjalanan. Kota ini dikenal dengan sistem transportasi multimoda yang menghubungkan bus, trem, metro, hingga kapal feri secara terintegrasi.
7. Trondheim, Norwegia
Norwegia turut masuk daftar dengan kota Trondheim yang mengenakan tarif AU$6,84 atau Rp69.000. Meski mahal, masyarakat Norwegia menikmati kualitas transportasi publik yang ramah lingkungan dan modern.
8. Stockholm, Swedia
Kota Stockholm di Swedia mematok tarif sekitar AU$6,77 atau Rp68.000 untuk satu kali perjalanan. Harga ini mencerminkan investasi besar pemerintah dalam menjaga keberlanjutan transportasi publik dan mengurangi polusi.
9. Stavanger, Norwegia
Masih di Norwegia, kota Stavanger menempati urutan kesembilan. Biaya tiket sekitar AU$6,69 sekitar Rp66.000 menjadi konsekuensi dari biaya hidup tinggi di kawasan Skandinavia.
10. Frankfurt, Jerman
Melengkapi daftar, Frankfurt di Jerman menetapkan tarif transportasi publik sekitar AU$6,63 atau Rp65.000. Meski mahal, efisiensi waktu tempuh dan aksesibilitasnya tetap menjadi alasan utama masyarakat memilih transportasi umum.
Meski tarif Transjakarta kini naik menjadi Rp5.000, angka tersebut masih jauh di bawah biaya transportasi publik di negara-negara Eropa yang bisa mencapai puluhan ribu rupiah untuk satu kali perjalanan. Kenaikan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa subsidi pemerintah Indonesia masih berperan besar dalam menjaga akses transportasi publik yang terjangkau bagi masyarakat.