Tarif Transjakarta Naik Jadi Rp5.000, Ini 10 Negara dengan Biaya Transportasi Publik Paling Murah di Dunia
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana akan menaikkan tarif Transjakarta dari Rp3.500 menjadi Rp5.000 per perjalanan. Kebijakan tersebut demi memberikan keamanan dan kenyamanan penumpang serta perbaikan fasilitas dengan meningkatkan armada bus listrik.
Dikutip dari VIVA pada Senin, 27 Oktober 2025, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap pembenahan tersebut dapat membuat warga Jakarta lebih tertarik menggunakan transportasi umum, sehingga secara bertahap mampu menekan tingkat polusi udara di perkotaan. Ia juga menegaskan bahwa tarif saat ini sudah terlalu lama tidak berubah dan tidak lagi seimbang dengan biaya operasional yang kian meningkat.
Melansir dari data Compare the Market Australia tahun 2025, tarif transportasi publik di Indonesia masih tergolong murah jika dibandingkan harga tiket sekali jalan di kota-kota besar dunia yang bisa mencapai puluhan ribu rupiah. Dalam daftar tersebut, Indonesia berada di urutan sepuluh setara dengan kota Kathmandu, Nepal, dengan biaya angkutan umum sekitar AU$0,32 atau Rp3.200.
Berikut daftar 10 negara dengan biaya transportasi publik paling murah berdasarkan data Compare the Market Australia tahun 2025.
1. Luxembourg, Luxembourg
Luxembourg menjadi negara pertama di dunia yang memberlakukan transportasi publik gratis secara nasional. Semua warga dan turis dapat menggunakan bus, trem, dan kereta tanpa membayar tiket. Kebijakan ini diberlakukan untuk mengurangi kemacetan dan emisi karbon.
2. Belgrade, Serbia
Ibu kota Serbia juga menjadi salah satu kota yang menawarkan transportasi umum gratis bagi warganya. Program ini masih terbatas pada rute tertentu, namun cukup membantu menekan biaya hidup masyarakat berpenghasilan rendah.
3. Batumi, Georgia
Kota wisata di pesisir Laut Hitam ini menawarkan tarif sangat murah untuk perjalanan sekali jalan, yakni AU$0,17 atau setara Rp 1.700. Bus dan minibus menjadi moda utama masyarakat lokal yang ingin bepergian dengan biaya hemat.
4. Alexandria, Mesir
Alexandria menawarkan transportasi publik dengan harga terjangkau, mulai dari trem hingga bus kota. Tarifnya sekitar U$0,23 atau Rp2.300 didukung oleh subsidi pemerintah untuk menjaga aksesibilitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
5. Tashkent, Uzbekistan
Sebagai ibu kota Uzbekistan, Tashkent dikenal memiliki jaringan metro bersih dan efisien. Pemerintah tetap mempertahankan harga tiket murah sebesar AU$0,24 atau Rp2.400 sebagai bentuk komitmen terhadap mobilitas publik yang inklusif.
6. Kolkata, India
Kolkata menjadi salah satu kota dengan sistem transportasi publik tertua di Asia. Masyarakat dapat menggunakan metro, bus, atau trem dengan tarif yang sangat bersahabat, yakni AU$0,26 atau Rp2.600.
7. Colombo, Sri Lanka
Transportasi umum di Colombo didominasi oleh bus kota dan kereta api yang menghubungkan berbagai wilayah. Tarif angkutan umum dipatok murah sebesar AU$0,26 setara Rp2.600 menjadi kunci penting bagi pergerakan masyarakat kelas menengah ke bawah.
8. Islamabad, Pakistan
Di Pakistan, layanan metrobus dan kereta cepat perkotaan terus berkembang. Pemerintah menjaga harga tiket tetap rendah sekitar AU$0,27 atau Rp2.700 agar tetap terjangkau oleh pelajar dan pekerja.
9. Astana, Kazakhstan
Astana merupakan kota modern yang memiliki sistem transportasi yang efisien dengan harga tiket relatif murah sebesar AU$0,30 atau Rp3.000. Pemerintah daerah memberikan subsidi besar untuk memastikan layanan publik tetap terjangkau.
10. Jakarta, Indonesia dan Kathmandu, Nepal
Meski mengalami kenaikan menjadi Rp5.000, tarif Transjakarta masih lebih rendah dibandingkan banyak kota besar lain di dunia. Dengan tarif transjakarta sebesar Rp3.500 untuk sekali perjalanan memposisikan Jakarta sejajar dengan Kathmandu, ibu kota Nepal, dalam daftar negara dengan transportasi publik paling murah.
Kenaikan tarif Transjakarta menjadi Rp5.000 memang sempat menimbulkan pro dan kontra. Namun, secara global, Indonesia masih termasuk dalam kategori negara dengan biaya transportasi publik sangat terjangkau.