Survei Indikator: Seskab Teddy Jadi Pejabat Paling Dikenal Publik

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di Rio de Janeiro, Brasil (sumber foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di Rio de Janeiro, Brasil (sumber foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya muncul sebagai figur pejabat non-Menteri Koordinator yang paling dikenal publik dalam Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.

Hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia, tingkat awareness atau kedikenalan Teddy mencapai 50,8%, menempatkannya di posisi ketiga secara keseluruhan hanya di bawah Erick Thohir dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Survei Indikator dilakukan secara tatap muka, dalam rentang 20-27 Oktober 2025, menempatkan 1.220 responden dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Dalam grafik 10 Pejabat/Menteri terpopuler, Teddy berada di atas sejumlah Menteri Koordinator dan Kepala Lembaga penting lainnya. Angka ini menandakan keberhasilan Seskab Teddy dalam membangun profil publik di tengah isu-isu pemerintahan yang krusial.

Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan tingginya awareness Teddy ini sebagai fenomena politik yang menarik dan patut dicermati.

"Posisi Sekretaris Kabinet, secara tradisional bukanlah jabatan yang memiliki sorotan media sebesar Menteri Koordinator atau menteri teknis yang berurusan langsung dengan proyek fisik,” kata Burhanuddin melalui keterangannya pada Sabtu, 8 November 2025.

Namun, kata dia, angka 50,8% awareness ini menunjukkan publik sangat memperhatikan sosok di lingkaran inti Presiden Prabowo Subianto.

Menurut dia, tingginya tingkat kedikenalan Sekretaris Kabinet dapat diartikan dalam dua hal. Pertama, mengindikasikan bahwa Teddy berperan sangat krusial dalam menyampaikan kebijakan dan keputusan penting dibalik layar kepresidenan. 

“Perannya sebagai penjaga gerbang informasi dan administrasi Presiden kemungkinan besar terekspos dalam isu-isu besar,” ujarnya.

Kedua, Burhanuddin menyebut terkait efektivitas komunikasi. Meskipun bukan jabatan yang sering tampil di front-line, tingginya awareness ini bisa mencerminkan efektivitas komunikasi yang dibangun Sekretaris Kabinet.

“Baik melalui pernyataan publik terbatas maupun kehadirannya yang konsisten mendampingi Presiden dalam momen-momen penting,” jelas dia.

Di sisi lain, awareness Teddy mencapai lebih dari 50% ini melampaui beberapa figur kunci, termasuk Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto (34,2%); dan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (44,6%).