Pemprov DKI Pertimbangkan Kenaikan Tarif Bus Transjakarta
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mempertimbangkan penyesuaian tarif layanan bus Transjabodetabek.
Kebijakan ini menjadi perhatian karena menyangkut biaya perjalanan masyarakat, khususnya pengguna transportasi umum yang setiap hari mengandalkan layanan tersebut untuk beraktivitas.
Meski ada wacana kenaikan tarif, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan bahwa subsidi transportasi tetap akan diberikan sehingga masyarakat tidak terbebani oleh perubahan tarif yang akan diputuskan dalam waktu dekat.
Pilihan bus TransJakarta menuju Taman Bendera Pusaka cukup beragam. Kamu bisa turun di pemberhentian RS Pusat Pertamina 2.
"Untuk Transjabodetabek terus terang segera kami putuskan,” ujar Pramono, dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).
“Tapi saya ingin meluruskan, karena sekarang ini bahkan kemarin Bapak Wali Kota Bekasi juga telepon ke saya secara pribadi jangan sampai kemudian tidak disubsidi. Enggak mungkin enggak disubsidi, pasti tetap akan disubsidi," kata dia.
Kenaikan Tarif Jangan Memicu Peralihan
Pramono menyampaikan, besaran kenaikan tarif Transjabodetabek akan dikaji secara hati-hati. Menurutnya, tujuan utama transportasi publik adalah menarik masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum, sehingga tarif yang ditetapkan harus tetap terjangkau.
Kemacetan parah di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di area depan Halte Transjakarta Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat menjelang buka puasa pertama pada Kamis (19/2/2026)
"Prinsipnya pasti saya mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh tidak membuat orang kemudian beralih kepada kendaraan pribadi kembali," kata dia.
Salah satu rute yang menjadi perhatian adalah layanan Transjabodetabek Blok M–Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini tarif perjalanan untuk rute tersebut masih sebesar Rp 3.500.
Menurut Pramono, tarif tersebut tergolong sangat murah jika dibandingkan dengan moda transportasi lain menuju bandara, seperti bus Damri maupun taksi.
"Kalau kemudian Rp3.500 untuk parkir di Soekarno-Hatta saja tidak cukup, maka yang begitulah akan ada penyesuaian," ucap dia.
Bus Transjakarta Blok M-Bandara Soetta
Beban Subsidi Besar, Layanan dan Armada Akan Ditingkatkan
Rencana penyesuaian tarif tidak lepas dari besarnya beban subsidi yang harus ditanggung Pemprov DKI. Selain biaya operasional, pemerintah daerah juga harus menanggung biaya pemeliharaan halte yang berada di luar wilayah Jakarta.
Meski demikian, Pemprov DKI berkomitmen meningkatkan kualitas layanan Transjabodetabek. Perbaikan operasional dan penambahan armada menjadi bagian dari strategi untuk mendorong lebih banyak warga menggunakan transportasi umum.
Pramono mengungkapkan bahwa tingkat konektivitas transportasi di Jakarta saat ini telah mencapai 93 persen. Namun, tingkat pemanfaatannya masih berada di bawah 30 persen dari total masyarakat yang dapat mengakses jaringan transportasi tersebut.
Bus Transjakarta di Terminal Blok M
"Ini akan menjadi sangat baik kalau kemudian orang terus-menerus menggunakan transportasi umum sudah di atas angka 30 persen. Apakah bisa? Saya yakin bisa," kata dia.
Ia juga optimistis minat masyarakat terhadap transportasi umum akan terus meningkat, terutama setelah adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Selain itu, kebijakan transportasi gratis bagi 15 golongan masyarakat yang memenuhi syarat dinilai dapat menjadi faktor pendorong semakin banyak warga beralih ke angkutan umum.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang