2.188 Atlet Muda Tampil di Athletics Challenge Seri 2
Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife kembali menghidupkan euforia atletik di Kudus. Bersama PASI Kabupaten Kudus, mereka menggelar MilkLife Athletics Challenge Seri 2 2025 di Supersoccer Arena, Rendeng, 25-29 November 2025.
Ajang ini langsung diserbu 2.188 peserta dari 184 sekolah mulai MI, SD, MTs, SMP, hingga SMA dari Kudus dan wilayah sekitar.
Gelaran kali ini hadir lebih besar dari seri sebelumnya pada Juni lalu. Ada penambahan satu kategori usia dan tujuh nomor lomba baru. Total, kini terdapat 4 divisi umur (KU 10, KU 12, KU 15, KU 18) dan 22 nomor pertandingan, mulai dari lari jarak pendek hingga estafet mixed, jalan cepat, hingga nomor-nomor fun seperti Kanga’s Escape, Formula 1, dan Frog Jump.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menegaskan bahwa kompetisi ini bukan hanya lomba semata, tetapi investasi penting untuk membangun karakter dan memperkenalkan dasar-dasar atletik sejak usia dini.
“Kami merancang perlombaan MilkLife Athletics Challenge agar para siswa di berbagai tingkat pendidikan bisa merasakan kegembiraan berkompetisi di cabang olahraga atletik. Apalagi, atletik merupakan mother of sport yang mudah untuk dilatih dan dipelajari," kata Yoppy.
"Ini merupakan pengalaman yang menarik bagi para siswa yang nantinya bisa lebih mendalami dan mampu menorehkan prestasi membanggakan di masa mendatang. Kami berharap sekolah dan orang tua terus memberikan dukungan kepada calon-calon atlet harapan bangsa ini untuk terus mengasah talentanya,” ucap Yoppy.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PASI Kudus, Noor Akhmad, menilai program ini menjadi jalur strategis untuk menjaga proses pembinaan atletik secara berjenjang.
“MilkLife Athletics Challenge memberikan ruang kepada atlet Kudus agar memiliki wadah untuk berkompetisi sebagai bagian dari pembinaan yang berkesinambungan mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTS hingga SMA. Kami mendorong para atlet untuk bergabung di klub sehingga harapannya dapat menembus kompetisi ke tingkat yang lebih tinggi," ucap Noor.
"Karena tim Kudus untuk Porprov nanti juga diperkuat oleh atlet-atlet jebolan MilkLife Athletics Challenge ini. Kami berterima kasih kepada Djarum Foundation dan MilkLife sudah membantu memunculkan bibit-bibit potensial untuk bisa dibina lebih lanjut,” kata Noor.
Dukungan juga datang dari Perwakilan PASI Jawa Tengah, Firdaus, yang berharap turnamen ini dapat menjadi kawah candradimuka lahirnya generasi atletik Kudus yang lebih kompetitif.
Salah satu peserta yang mencuri sorotan adalah Irgi Candra Pranata, siswa kelas XII SMAN 2 Bae. Turun di nomor 100 meter, 400 meter, dan estafet 4 x 400 meter, Irgi tampil eksplosif dengan dua gelar juara. Catatan terbaiknya pun impresif: 50.57 detik di 400 meter dan 11.18 detik di 100 meter.
Irgi sebelumnya juga menjadi bagian tim juara estafet 4 x 400 meter di Popnas 2025. Ia mengungkap kunci peningkatan performanya di lintasan.
“Seru dan bangga sekali bisa berkompetisi di MilkLife Athletics Challenge saat ini dengan membawa nama sekolah. Di kejuaraan ini aku mengukur kemampuan dan sebagai salah satu persiapan untuk Porprov nanti, karena aku memiliki target untuk bisa masuk PON dan berkontribusi untuk provinsi Jawa Tengah. Untuk adik-adik jangan kendor latihan. Tidak perlu takut dengan lawan, yang penting terus semangat,” ujar Irgi.
Selain penampilan individu, laga beregu juga menyita perhatian. Tim SMA NU Al Ma’ruf tampil menggila dengan kekuatan 18 atlet dan berhasil menyabet juara umum KU 18 berkat raihan 8 emas, 6 perak, dan 4 perunggu. Latihan intens 1,5 bulan terakhir terbayar lunas.
Pelatih mereka, Miqdam Maulana, merasa pencapaian ini adalah bukti proses pembinaan yang benar.
“Kami antusias berpartisipasi dalam acara yang diadakan Djarum Foundation ini dan merupakan suatu langkah yang baik untuk mempersiapkan siswa dari KU 10 hingga KU 18, sehingga mereka tahu bagaimana lintasan dan batasan-batasan yang harus dilampaui," kata Miqdam.
"Kami ingin melihat potensi anak didik kami sekaligus mempersiapkan untuk event selanjutnya. Alhamdulillah atletik menjadi salah satu ekstrakurikuler unggulan di sekolah kami yang peminatnya cukup banyak, jadi kami memberikan kesempatan pada siswa untuk ikut dalam berbagai kompetisi demi mengasah kemampuan mereka,” terang Miqdam.