Reaksi Atlet Muda Pelatnas Soal Fasilitas Baru PBSI Senilai Rp10 Miliar
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah, merasakan dampak besar dari kehadiran fasilitas baru PBSI berupa pusat kebugaran dan sport science.
Pelatnas PBSI baru saja mendapatkan bantuan besar dari Kemenpora RI. Padepokan Cipayung kini dilengkapi dengan fasilitas pusat kebugaran yang mumpuni plus sport science senilai lebih dari Rp10 miliar.
Ada pun peralatan pusat kebugaran senilai kurang lebih Rp7,96 miliar meliputi berbagai perangkat latihan fisik seperti skill run live, dumbbell, barbell, serta peralatan pendukung lainnya.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas latihan fisik atlet Pelatnas PBSI secara menyeluruh dan berkesinambungan.
Belum lagi fasilitas sport science dalam bentuk perangkat Catapult dan Cardiopulmonary Exercise Test senilai kurang lebih Rp2,48 miliar.
Teknologi ini memungkinkan pemantauan dan evaluasi performa atlet secara ilmiah, berbasis data, dan terukur, sehingga program latihan dapat disusun secara lebih presisi dan efektif.
Bantuan pusat kebugaran dan sport science dari Kemenpora RI disambut baik oleh atlet pelatnas PBSI, salah satunya Jafar Hidayatullah. Latihan fisik mereka kini menjadi lebih variatif ditunjang dengan alat-alat baru nan canggih.
"Pastinya senang dengan adanya fasilitas ini di Pelatnas PBSI. Ruangannya luas dan nyaman untuk berlatih," kata Jafar Hidayatullah kepada awak media, termasuk Kompas.com, di pusat kebugaran Pelatnas PBSI, Rabu (28/1/2026).
"Alat-alatnya jauh lebih lengkap dan jumlahnya lebih banyak dari sebelumnya, sehingga kami tak perlu lagi bergantian saat memakai," ujar pasangan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu di sektor ganda campuran ini
Mendukung Program Latihan Fisik
Keterbatasan jumlah alat-alat pendukung di pusat kebugaran PBSI sebelum menerima bantuan dari Kemenpora RI memang cukup memprihatinkan seperti apa yang dikatakan Jafar.
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah (kedua dari kiri), menggunakan alat penunjang fisik di pusat kebugaran Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
"Tadinya kalau kami mau memakai alat gym harus bergantian dan diatur waktunya karena ketersediaan terbatas, sehingga tidak bisa berbarengan dalam jumlah besar," cetus Jafar Hidayatullah dengan polosnya.
"Kalau sekarang kami bisa menjalani latihan fisik beramai-ramai di sini. Tidak harus diatur lagi karena jumlahnya sangat memadai dan sangat mendukung program pelatih," jelasnya.
Usut punya usut, fasilitas pusat kebugaran baru PBSI dan sport science sudah digunakan sejak beberapa pekan lalu atau sebelum atlet-atlet PBSI terjun di ajang Indonesia Masters 2026.
Hasilnya, terjadi peningkatan kondisi fisik yang turut membantu sejumlah wakil tuan rumah melangkah jauh di Indonesia Masters 2026.
Dua di antaranya melaju ke final dan satu sukses meraih gelar juara atas nama Alwi Farhan (tunggal putra).
Pesan Kemenpora RI untuk PBSI
Di sisi lain, Kemenpora RI menitipkan pesan penting kepada PBSI usai melakukan serah terima fasilitas pusat kebugaran dan sport science di Cipayung.
Melalui Sesmenpora, Gunawan Suswantoro, pemerintah berharap prestasi bulu tangkis Indonesia kelak bisa lebih baik lagi di kancah internasional, khususnya Olimpiade LA 2028.
"Pemerintah konsisten memberi dukungan kepada PBSI dan cabor-cabor prioritas lainnya. PBSI ini sangat potensial mencapai Olimpiade. Kami konsisten memberi bantuan sarana-prasarana," kata Sesmenpora.
"Peralatan gimnasium yang diberi kepada PBSI kami harap bisa maksimal digunakan untuk para atlet dan pengurus. Pesan Pak Menteri dan Pak Presiden adalah 2028 harus berprestasi dengan mencapai emas Olimpiade," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang