Survei Cove: Gen Z dan Milenial di Jabodetabek Tetap Optimis Bisa Miliki Rumah dalam 10 Tahun ke Depan
Rumah tetap menjadi format hunian impian Gen Z dan Milenial
Daya tarik Jakarta sebagai pusat ekonomi telah membawa banyak orang untuk datang dan mengejar peruntungan karir. Namun, dengan tingginya harga properti di Jakarta, Gen Z dan Milenial yang tengah mendominasi tenaga kerja di berbagai sektor akhirnya beralih ke hunian sewa di wilayah Jabodetabek untuk mendukung keseharian mereka. Dua alasan utama yang mendukung latar belakang mereka untuk memilih hunian sewa saat ini adalah jarak ke tempat kerja (40 persen) dan faktor keterjangkauan harga (38 persen).
Meski masih sulit dijangkau, rumah tetap menjadi tujuan akhir bagi Gen Z dan Milenial. Untuk saat ini, hanya 56 persen dari mereka yang merasa bahwa memiliki rumah sebagai hal yang sangat penting. Namun ketika berbicara tentang rencana jangka panjang, 83 persen responden merasa bahwa memiliki rumah akan menjadi hal yang sangat penting dalam masa depan. Hal ini menggarisbawahi bahwa rumah tetap menjadi format hunian impian mereka, meskipun belum menjadi prioritas pada saat ini.
Rencana berkeluarga menjadi urgensi dalam kepemilikan rumah
Selain stabilitas ekonomi, rencana berkeluarga ternyata memiliki pengaruh yang besar terhadap keputusan Gen Z dan Milenial dalam membeli rumah. Hampir 50 persen dari responden menyatakan bahwa keputusan untuk berkeluarga, baik menikah serta memiliki keturunan, akan menjadi faktor yang membuat mereka lebih yakin untuk segera membeli rumah.
Keterkaitan rencana berkeluarga dan kepemilikan rumah bagi anak muda juga turut disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Dalam acara Sosialisasi Kredit Program Perumahan di Balai Kota Jakarta pada September lalu, beliau menyampaikan bahwa banyak anak muda di Jakarta yang menunda pernikahan karena persoalan perumahan. Survei ini juga menunjukkan persepsi yang sama, di mana mayoritas (44 persen) dari Gen Z dan Milenial merasa belum berani berkeluarga jika mereka belum memiliki rumah pribadi.
Optimisme dalam kepemilikan rumah hadir bersama sensitivitas pada harga
Hangatnya pembicaraan soal tantangan Gen Z dan Milenial dalam membeli rumah ternyata tidak mematahkan optimisme mereka. Faktanya, mayoritas merasa percaya diri bahwa mereka dapat membeli rumah dalam 10 tahun ke depan, menggambarkan bahwa kedua generasi ini yakin bahwa kondisi pasar perumahan dan ekonomi akan beranjak pulih. Namun, optimisme ini turut hadir bersama sejumlah kekhawatiran terkait harga rumah maupun bujet yang sekiranya perlu dikeluarkan.
Gen Z dan Milenial melihat beberapa tantangan utama dalam membeli rumah, yaitu harga rumah yang tinggi (68 persen), gaji yang tidak mencukupi (47 persen), serta KPR maupun biaya DP yang masih terasa berat (43 persen). Sejalan dengan kekhawatiran tersebut, harga properti juga menjadi pertimbangan utama mereka dalam mencari hunian. Saat ini, mayoritas menyatakan bahwa bujet yang bisa mereka keluarkan setiap bulannya untuk keperluan sewa atau cicilan pembelian hunian adalah sebesar Rp1,5-3 juta per bulan.

Metodologi
Survei ini dilaksanakan pada Oktober 2025 dengan melibatkan 100 responden yang dipilih berdasarkan sejumlah kriteria spesifik. Responden berusia 21 hingga 35 tahun yang berdomisili di wilayah Jabodetabek. Seluruh responden saat ini sedang tinggal di hunian sewa (kontrakan atau kost) dan berasal dari berbagai latar belakang status ekonomi serta status pekerjaan, termasuk karyawan, mahasiswa, pemilik bisnis, atau pencari kerja.