Baek Se-hee, Penulis Korsel, Meninggal Dunia dan Donorkan Organ untuk Selamatkan 5 Orang

Korea Selatan, donor organ, baek se hee, baek se hee book, Baek Se Hee meninggal dunia, Baek Se-hee, Penulis Korsel, Meninggal Dunia dan Donorkan Organ untuk Selamatkan 5 Orang, Warisan Kebaikan dan Harapan Baek Se-hee, Dari Buku Harian ke Fenomena Global, “Ia Menyelamatkan Lima Jiwa, tapi Menyentuh Jutaan”, Baek Se-hee Dikenang Lewat Karya dan Ketulusan, Kehidupan yang Terus Menginspirasi

— Dunia sastra Korea Selatan berduka atas kepergian Baek Se-hee, penulis buku laris "I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki", yang meninggal dunia di usia 35 tahun, pada Kamis (16/10/2025).

Penulis yang dikenal lewat karya jujurnya tentang kesehatan mental ini tak hanya meninggalkan warisan sastra yang mendalam, tetapi juga memberi kehidupan baru bagi orang lain melalui donasi organ.

Dikutip dari BBC, menurut keterangan resmi Korean Organ Donation Agency, Baek mendonorkan jantung, paru-paru, hati, dan ginjalnya setelah meninggal dunia.

Donasi organ Baek Se-hee telah membantu menyelamatkan lima nyawa.

Warisan Kebaikan dan Harapan Baek Se-hee

Dalam pernyataan keluarga yang disampaikan lewat lembaga donor, adik Baek Se-hee mengatakan bahwa sang penulis semasa hidup selalu ingin “berbagi hatinya dengan orang lain melalui karya dan menebarkan harapan”.

Pesan itu sejalan dengan semangat Baek dalam menulis, menyingkap sisi kelam depresi, tetapi juga menunjukkan bahwa keinginan hidup bisa tumbuh dari hal-hal kecil yang sederhana.

Kutipan paling terkenal dari bukunya berbunyi, “The human heart, even when it wants to die, quite often wants at the same time to eat some tteokbokki, too”.

Kalimat ini menjadi simbol perjuangan hidup banyak pembaca di seluruh dunia yang berjuang melawan gangguan mental.

Dari Buku Harian ke Fenomena Global

hee pertama kali menerbitkan bukunya pada 2018 di Korea Selatan.

Buku tersebut berisi transkrip percakapannya dengan psikiater tentang perjuangannya menghadapi dysthymia, bentuk depresi ringan tapi berkepanjangan yang ia derita selama satu dekade.

Setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada 2022 oleh Anton Hur, buku itu menjadi fenomena global, terjual lebih dari satu juta eksemplar dan diterjemahkan ke 25 bahasa.

Melalui karyanya, Baek dianggap berjasa menormalkan percakapan tentang kesehatan mental di Korea Selatan, topik yang sebelumnya masih dianggap tabu.

“Ia Menyelamatkan Lima Jiwa, tapi Menyentuh Jutaan”

Anton Hur, penerjemah versi bahasa Inggris bukunya, menulis di Instagram bahwa meski organ Baek telah menyelamatkan lima orang, “Para pembacanya tahu bahwa ia telah menyentuh jutaan jiwa lewat tulisannya”.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Baek dan menyebut sang penulis sebagai sosok yang berani, lembut, dan jujur dalam menghadapi depresinya.

Korea Selatan, donor organ, baek se hee, baek se hee book, Baek Se Hee meninggal dunia, Baek Se-hee, Penulis Korsel, Meninggal Dunia dan Donorkan Organ untuk Selamatkan 5 Orang, Warisan Kebaikan dan Harapan Baek Se-hee, Dari Buku Harian ke Fenomena Global, “Ia Menyelamatkan Lima Jiwa, tapi Menyentuh Jutaan”, Baek Se-hee Dikenang Lewat Karya dan Ketulusan, Kehidupan yang Terus Menginspirasi

Buku karya Baek Se-hee berjudul I want to die but I still want to eat tteokbokki yang mengisahkan kesehatan mental.

Baek Se-hee Dikenang Lewat Karya dan Ketulusan

Baek Se-hee lahir pada 1990 dan menempuh pendidikan di jurusan penulisan kreatif sebelum bekerja selama lima tahun di sebuah penerbitan di Seoul.

Tahun berikutnya setelah buku pertamanya terbit, ia menulis sekuel berjudul I Want to Die but I Still Want to Eat Tteokbokki, yang diterbitkan dalam bahasa Korea pada 2019 dan diterjemahkan ke bahasa Inggris pada 2024.

Ribuan pembaca di media sosial menyampaikan duka cita atas kepergiannya.

Rest softly. Thank you for saving us with your honesty,” tulis salah satu komentar di akun Instagram-nya.

Sementara itu, pengguna lain menulis, “Setiap kali membaca bukumu, aku merasa tumbuh bersama setiap kalimatmu”.

Kehidupan yang Terus Menginspirasi

Meski telah tiada, pesan dan karya Baek Se-hee terus hidup.

Ia tak hanya membantu banyak orang memahami depresi, tetapi juga menjadi bukti bahwa empati bisa melampaui batas kehidupan.

Melalui tulisan dan tindakan terakhirnya, Baek Se-hee meninggalkan warisan paling manusiawi, keberanian untuk jujur, dan kebaikan yang menyelamatkan nyawa.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.