Chelsea Didenda Ratusan Miliar Atas Kasus Transaksi Rahasia Masa Abramovich
Chelsea dijatuhi denda terbesar dalam sejarah Premier League.
Chelsea juga menerima sanksi larangan transfer selama satu tahun yang sebelumnya ditangguhkan selama dua tahun.
Total denda mencapai £10,75 juta (sekitar Rp242,4 miliar). Sanksi muncul setelah penyelidikan atas pembayaran rahasia kepada agen dengan nilai sekitar £47,5 juta.
Melansir laporan Sky Sports, Senin (16/3/2026), transaksi itu terjadi antara 2011 hingga 2018 saat klub dimiliki oleh Roman Abramovich.
Transaksi tersebut berlangsung dengan sepengetahuan dan persetujuan mantan karyawan senior atau direktur klub.
Selain itu, ada pelanggaran aturan terkait pendaftaran pemain muda. Sejumlah transfer pemain disebut berkaitan dengan pembayaran rahasia tersebut.
Nama yang muncul antara lain Eden Hazard, Samuel Eto'o, Willian, Ramires, David Luiz, Andre Schurrle, serta Nemanja Matic.
Laporan tidak menemukan indikasi kesalahan dari para pemain tersebut. Empat pemain lain tidak disebutkan dalam dokumen resmi.
Investigasi dan Peran Pemilik Baru
Transaksi tersebut terungkap saat proses uji tuntas ketika konsorsium Amerika Serikat membeli Chelsea pada 2022.
Pemilik baru kemudian melaporkan temuan itu kepada Premier League, FA, dan UEFA. Denda awal sebenarnya mencapai £20 juta.
Angka itu kemudian dipotong setengah setelah klub Liga Inggris itu melaporkan penyimpangan secara sukarela dan bekerja sama selama penyelidikan.
Chelsea mengumumkan pemilik baru mereka, Todd Boehly, Sabtu (7/5/2022).
Premier League menyebut “pelaporan diri proaktif” dan “kerja sama luar biasa” dari Chelsea sebagai faktor mitigasi dalam penentuan sanksi.
Klub juga menerima larangan transfer akademi selama sembilan bulan. Hukuman itu langsung berlaku dan berkaitan dengan pelanggaran pada periode 2019 hingga 2022.
Sanksi percobaan dapat diaktifkan jika terjadi pelanggaran serupa pada masa depan.
iga juga dapat mengaktifkan hukuman apabila deklarasi klub dianggap sengaja tidak benar atau salah menyatakan informasi.
Dampak Sanksi untuk Chelsea
Manajer Chelsea saat ini, Liam Rosenior, menyebut keputusan tersebut menutup persoalan lama di klub.
Menjelang laga melawan Paris Saint-Germain di UEFA Champions League, ia mengatakan:
"Ini bukan gangguan negatif. Sebenarnya, ini adalah akhir dari masalah itu dan kita dapat melanjutkan dan merencanakan untuk membuat klub ini sekuat mungkin dalam jangka panjang."
"Itulah ide dari pemilik, saya sendiri, dan semua orang yang terlibat di klub."
Sebelumnya, UEFA juga menjatuhkan denda £8,64 juta kepada Chelsea pada Juli 2023. Sanksi terkait laporan keuangan tidak lengkap pada 2018 dan 2019.
Penyelidikan menemukan setidaknya enam pembayaran mencurigakan ke perusahaan luar negeri.
Dana itu tidak tercatat dalam laporan keuangan saat diserahkan kepada otoritas sepak bola.
Menurut koresponden Kaveh Solhekol dari Sky Sports, larangan transfer ditangguhkan karena pelanggaran dilaporkan oleh pemilik baru.
"Chelsea masih dapat merekrut pemain di bursa transfer musim panas dan musim dingin berikutnya - selama mereka tidak melakukan kesalahan," terangnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang