Pria Sering Mandi Pakai Air Panas Bisa Sebabkan Masalah Jantung dan Kesuburan?

Ilustrasi pria mandi suka heboh
Ilustrasi pria mandi suka heboh

Setelah lelah bekerja, mandi air panas memang terasa seperti solusi sempurna untuk merilekskan otot dan menenangkan pikiran. Namun di balik kenyamanan air hangat itu, ternyata ada sisi lain yang perlu diwaspadai terutama bagi pria.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan mandi air panas secara rutin bisa memengaruhi kesehatan reproduksi pria, khususnya kualitas sperma dan tingkat kesuburan. Hal yang jarang diketahui adalah bahwa efek mandi air panas juga dapat berdampak pada kesehatan jantung pria. Mari kita bahas apa kata sains soal ini apakah pria sebaiknya berhenti mandi air panas atau tidak?

Dampak Mandi Air Panas terhadap Kesuburan Pria

Testis terletak di luar tubuh karena membutuhkan suhu yang sedikit lebih rendah agar produksi sperma tetap optimal. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu pada area tersebut bisa merusak kualitas sperma, karena proses pembentukan sperma sangat sensitif terhadap panas.

Suhu tinggi seperti yang terjadi saat mandi air panas, sauna, atau berendam di jacuzzi ternyata dapat menurunkan jumlah dan kualitas sperma, serta berisiko menyebabkan oligospermia atau jumlah sperma rendah.

Kondisi jumlah sperma yang rendah tentu berpengaruh langsung pada kesuburan. Semakin sedikit jumlah sperma, semakin kecil pula peluang untuk membuahi sel telur. Namun, dampak dari jumlah sperma rendah tidak berhenti di situ. Penelitian terkini menunjukkan bahwa kesuburan rendah pada pria juga bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan lain yang lebih serius, terutama terkait jantung dan sistem metabolisme.

Sebuah studi yang berlangsung selama 15 tahun dan diterbitkan dalam The World Journal of Men’s Health meneliti pria di Taiwan dan menemukan bahwa mereka yang mengalami infertilitas memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Temuan ini menegaskan bahwa infertilitas pria bukan hanya masalah reproduksi, tetapi juga dapat menjadi indikator awal adanya risiko penyakit jantung dan gangguan kesehatan lainnya.

Hasil serupa juga ditemukan dalam penelitian yang dilakukan oleh Stanford University. Studi tersebut menyebutkan bahwa pria yang didiagnosis infertil lebih berisiko mengalami penyakit seperti diabetes dan penyakit jantung iskemik (penyumbatan pembuluh darah jantung). Dengan kata lain, kesuburan yang menurun bisa menjadi ’alarm dini’ bagi kondisi kesehatan yang lebih luas.

Jadi, Haruskah Pria Benar-Benar Berhenti Mandi Air Panas?

Mandi air panas sebenarnya tidak berbahaya secara langsung. Namun yang perlu diwaspadai adalah frekuensi dan lamanya paparan suhu tinggi terhadap tubuh. Jadi, pria tidak harus benar-benar berhenti mandi air panas. Mandi air panas sesekali tidak akan menimbulkan berdampak serius, tetapi jika dilakukan setiap hari dalam waktu lama, hal itu bisa berkontribusi pada penurunan jumlah sperma.

Kuncinya adalah menyesuaikan suhu, frekuensi, dan durasi mandi dengan bijak. Dengan menjaga agar suhu air tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu sering, pria dapat tetap menikmati relaksasi dari air hangat tanpa mengorbankan kesehatan reproduksi maupun kardiovaskular.