Pria Wajib Tau! Tanda-tanda Kamu Mengalami Manopause! Nomor 10 Paling Sering Dikeluhkan
Bukan hanya mengatur gairah seks dan produksi sel sperma saja, testosteron ternyata memiliki peran besar terhadap kepadatan tulang dan masa otot. Ketika muda, kadar hormon ini meningkat pesat pada pria dan memicu perkembangan penis dan testis, pertumbuhan rambut di wajah dan area intim serta perubahan suara yang menjadi ’ngebass’.
Namun, ketika sudah memasuki usai 30 hingga 40 tahun, kadar testosteron pria akan menurun secara alami sekitar satu persen setiap tahunnya. Penurunan bertahap ini biasanya tidak menimbulkan masalah serius, tapi bila kadar testosteron turun terlalu rendah akibat testis tidak lagi memproduksi cukup hormon, maka bisa menimbulkan berbagai efek samping yang mengganggu di kemudian hari.
Kondisi ini sering disebut sebagai “Manopause”, atau menopause pada pria.
Menurut dokter umum sekaligus direktur kesehatan di klinik Manual, Dr. Jeff Foster, kondisi ini jauh lebih umum daripada yang banyak orang kira.
“Di Inggris saja, ada hampir satu juta pria yang diketahui mengalami kekurangan testosteron, dan sekitar 25 persen pria akan mengalami kadar rendah ini di suatu masa dalam hidup mereka,” kata Dr. Foster kepada Sun Health.
Ia menjelaskan penyebab utama penurunan hormon testosteron adalah usai. Namun banyak faktor kecil lainnya yang juga bisa menyebabkan penurunan hormon ini secara drastis. Misalnya, berat badan yang mengalami kenaikan meskipun sedikit, kebiasaan meminum alkohol, meningkatnya tekanan darah tinggi atau timbulnya asma. Kesemuanya kata Foster bisa mengurangi kadar testosteron.
Jika semua faktor kecil itu menumpuk, efeknya bisa jadi kekurangan testosteron. Biasanya, kadar testosteron turun bisa dilihat dari dengan penurunan gairah seks, namun sebenarnya ada banyak tanda lain yang tidak begitu jelas. Berikut beberapa di antaranya
1. Kamu terlalu bergantung pada kopi
Kalau kamu butuh kafein terus-menerus agar tetap bertenaga, mungkin ada yang salah.
“Tidak harus sampai benar-benar kelelahan, tapi beberapa pria mulai merasa mereka tidak bisa melewati hari tanpa kafein,” ujar Dr. Foster.
Mereka juga sering tertidur begitu sampai di rumah sepulang kerja.
Kalau kamu mendapati diri makin bergantung pada kopi dari yang awalnya satu cangkir jadi tiga atau lebih setiap hari coba kurangi dulu. Jika tetap merasa lemas, sebaiknya periksa ke dokter.
2. Mudah marah atau tersinggung
Kalau kamu merasa lebih mudah kesal dari biasanya, bahkan karena hal kecil itu bisa jadi sinyal hormonal.
“Perubahan suasana hati bisa menjadi tanda bahwa keseimbangan hormon terganggu,” jelas kepala petugas medis di Bluecrest, Dr. Martin Thornton
Apoteker klinis di Oxford Online Pharmacy, Kiran Jones menambahkan bahwa testosteron berpengaruh pada zat pengatur suasana hati seperti serotonin dan dopamin. Kadar yang rendah dapat memicu perasaan sedih, mudah marah, dan rendah diri.
Namun, stres, kurang tidur, sleep apnea, atau gangguan tiroid juga bisa menimbulkan gejala serupa, jadi tetap penting memeriksakannya ke dokter.
3. Kulit dan rambut terasa kering
Mungkin tidak terpikir bahwa testosteron berhubungan dengan kelembapan kulit, tapi Dr. Foster menjelaskan, pria dengan kadar testosteron rendah bisa mengalami kulit kering dan bersisik, atau rambut yang kaku dan kusam.
“Bagi yang punya riwayat eksim, bisa jadi penyakit kulitnya kambuh lagi,” tambahnya.
Namun perlu diingat, di musim dingin atau saat sering menggunakan pendingin ruangan, kulit memang cenderung lebih kering, jadi gejala ini sebaiknya dilihat bersama tanda lainnya.
4. Rambut menipis
Jika kamu menyadari rambut rontok lebih banyak, bisa jadi testosteron berperan di baliknya.
“Testosteron penting untuk menjaga folikel rambut. Ketika kadarnya menurun, rambut di tubuh bisa menipis atau rontok,” jelas Kiran.
Namun, bila kamu tidak mengalami gejala lain, kemungkinan besar itu hanya pola kebotakan pada pria yang dipengaruhi genetik atau kekurangan nutrisi seperti biotin, zinc, dan zat besi.
5. Sendi terasa nyeri
Pria dengan kadar testosteron rendah sering mengeluh sendinya sakit, butuh waktu lama untuk pulih setelah olahraga, atau cedera kecil yang tak kunjung sembuh, kata Dr. Foster. Namun ia menekankan, rasa nyeri sendi juga bisa disebabkan faktor usia.
“Meski kadar testosteron diperbaiki, hasilnya tidak akan membuatmu seperti 20 tahun lebih muda,” ujarnya.
6. Dada tampak membesar
Jika terlihat ada penumpukan lemak di sekitar dada, itu bukan hanya karena usia paruh baya.
“Ini bisa jadi tanda testosteron rendah,” ujar Dr. Thornton.
Namun penyebab lain bisa jadi kadar estrogen yang meningkat akibat obesitas atau efek samping obat tekanan darah dan antidepresan.
Segera periksa ke dokter jika salah satu sisi dada membesar, terasa nyeri, atau pertumbuhannya cepat.
7. Tidur tidak nyenyak
Kelelahan karena testosteron rendah seharusnya membuat tidur lebih pulas, kan? Tidak selalu. Dr. Foster menjelaskan, penurunan metabolisme justru bisa membuat tidur lebih gelisah dan sering terbangun.
“Banyak pria mengeluh bangun pagi dalam keadaan masih lelah,” katanya.
Namun gangguan tidur juga bisa disebabkan tiroid yang terlalu aktif atau stres. Jika masalah tidur berlanjut, sebaiknya konsultasikan ke dokter.
8. Berat badan naik, otot melemah
Jika merasa tubuh makin lemah dan lemak menumpuk di perut, bisa jadi ini sinyal kekurangan testosteron.
“Kadar yang rendah bisa menyebabkan peningkatan lemak, terutama di area perut, serta penurunan kekuatan dan tonus otot,” jelas Kiran.
Tapi perlu diingat, kenaikan berat dan kehilangan massa otot juga bisa disebabkan tiroid yang kurang aktif, pola makan buruk, stres tinggi, atau penyakit kronis seperti ginjal dan kanker.
9. Mudah sakit
Kalau kamu sering terserang flu atau infeksi ringan, bisa jadi sistem imun sedang lemah. Selain karena kurang tidur atau stres, penyebabnya mungkin kadar testosteron yang rendah.
“Testosteron membantu memperkuat sistem imun dan memperbaiki jaringan tubuh. Kalau kadarnya rendah, tubuh bisa lebih rentan terkena infeksi,” kata Kiran.
10. Gairah seks menurun
Ini mungkin tanda paling umum. Dijelaskan Kiran, ladar testosteron yang rendah bisa menurunkan produksi oksida nitrat, dopamin, dan oksitosin, tiga zat penting untuk membangkitkan gairah dan menjaga ereksi. Namun, penurunan libido atau disfungsi ereksi juga bisa menandakan penyakit jantung atau diabetes.
“Masalah sirkulasi darah atau kerusakan saraf akibat gula darah tinggi juga bisa memicu gangguan ereksi,” tambahnya.
Selain itu, stres, kecemasan, dan depresi juga dapat berpengaruh besar terhadap gairah seksual.