Profil Aktor Ari Sihasale yang Dilantik Jadi Anggota Percepatan Otsus Papua

Ari Sihasale
Ari Sihasale

 Rabu 8 Oktober 2025, Presiden Prabowo Subianto melanjtik 25 pejabat pemerintah di Istana Negara Jakarta. Pejabat yang dilantik presiden Rabu kemarin terdiri atas Wakil Menteri, Kepala Badan, Asisten Khusus Presiden hingga Gubernur dan Wakil Gubernur Papua.

Dari 25 pejabat pemerintah yang dilantik kemarin, ada satu sosok yang familiar di kalangan publik, yakni Ari Sihasale. Ari diketahui dilantik sebagai anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.

Ari Sihasale menjadi satu dari sepuluh anggota yang diangkat berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 110/P tahun 2025 tentang Pengangkatan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua. 

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua ini dipimpin oleh Velix Vernando Wanggai dan turut diisi oleh sejumlah nama yang memiliki rekam jejak di pemerintahan, di antaranya mantan Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat John Wempi Wetipo serta Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk.

 

Perjalanan karir Ari Sihasale

Pada Juni 2025 lalu, Ari Sihasale pernah ditunjuk menjadi Komisaris PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC. ITDC sendiri merupakan bagian dari holding pariwisata InJourney milik BUMN.

Sebelum terjun di pemerintahan, Ari Sihasale mengawali karirnya di dunia hiburan tanah air di bidang modeling. Di tahun 1990 dirinya berhasil mendapat posisi juara kedua cover boy majalah remaja Mode. Dia juga pernah tergabung dengan grup vokal Cool Colors bersama Ari Wibowo, Surya Saputra, Johandy Yahya, serta Ari Wiyanto.

Tak hanya itu saja, Ari Sihasale juga telah aktif di dunia seni peran sejak tahun 1992 dengan membintangi serial berjudul Buana Jaka.

Ari Sihasale juga terjun di balik layar dengan menjadi sutradara dalam film Virgin: Ketika Keperawanan Dipertanyakan yang dirilis tahun 2004. Setahun setelahnya, Ari Sihasale dan istrinya Nia Zulkarnaen membangun rumah produksi yang berjudul Alenia Pictures. Film pertama dari rumah produksinya itu adalah Denias, Senandung di Atas Awan yang dirilis di tahun 2006.