Adanya Orangutan Jadi Indikator Kesehatan Hutan
Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dikenal sebagai spesies kunci dalam ekosistem hutan hujan tropis. Keberadaan mereka menjadi indikator kesehatan hutan.
Menyelamatkan Orangutan berarti turut menjaga hutan Indonesia, salah satu paru-paru dunia. Tiga individu Orangutan, yakni Christina, Oka, dan Zahri, akan menjalani proses rehabilitasi hingga siap dilepasliarkan kembali ke habitatnya.
“Keberadaan Orangutan adalah simbol keseimbangan hutan tropis Indonesia. Dengan mendukung rehabilitasi ini, kami ingin memastikan bahwa bisnis dan konservasi dapat berjalan beriringan,” kata Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, dalam keterangan resminya, Selasa, 30 September 2025.
Menurutnya, konservasi tak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa kemitraan dengan BOSF akan terus diperluas, tidak hanya dalam bentuk rehabilitasi, tetapi juga melalui edukasi lingkungan dan pencegahan konflik antara manusia dan satwa.
"Industri sawit yang bertanggung jawab seharusnya mampu menunjukkan kontribusi konkret terhadap pelestarian keanekaragaman hayati. Pelestarian bukan pilihan, tapi kewajiban. Ini adalah langkah awal dari kerja sama jangka panjang," tuturnya.
Bantuan PTPN IV PalmCo untuk rehabilitasi ini memberikan kesempatan kedua bagi individu Orangutan yang sebelumnya diselamatkan dari kondisi kritis.
Dalam jangka panjang, upaya ini diharapkan mampu mengembalikan mereka ke alam bebas dengan keterampilan bertahan hidup yang memadai.