Yuk Ikut Serok! Investor Asing Borong Emiten Ini Loh!
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melesat pada perdagangan sesi pertama Jumat, 12 Juni 2026, turut diwarnai aksi beli besar-besaran investor asing di sejumlah saham unggulan. Di tengah reli pasar yang membawa IHSG kembali menembus level psikologis 6.000, sejumlah emiten menjadi sasaran utama aksi akumulasi dana asing.
Berdasarkan data perdagangan hingga penutupan sesi pertama, IHSG menguat 2,68 persen atau naik ke posisi 6.043,55. Penguatan tersebut menunjukkan optimisme pelaku pasar yang kembali masuk ke pasar saham Indonesia.
Pada perdagangan kali ini, sebanyak 610 saham berhasil menguat, sementara 101 saham mengalami penurunan dan 100 saham lainnya bergerak stagnan. Aktivitas transaksi juga terbilang ramai dengan frekuensi mencapai 1,36 juta kali transaksi.
Volume perdagangan tercatat mencapai 21,56 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp11,85 triliun.
Investor Asing Catat Net Buy Hampir Rp500 Miliar
Di tengah penguatan IHSG tersebut, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih atau net buy sebesar Rp492,48 miliar di seluruh pasar.
Nilai pembelian asing mencapai Rp4,19 triliun, sedangkan nilai penjualan asing tercatat sebesar Rp3,7 triliun. Kondisi ini menunjukkan dana asing masih mengalir masuk ke pasar saham domestik pada perdagangan intraday hari ini.
Aksi beli investor asing tersebut tersebar pada sejumlah saham yang berasal dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, pertambangan, energi hingga industri.
BBCA Jadi Primadona Investor Asing
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak diborong investor asing sepanjang perdagangan sesi pertama.
Saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut membukukan nilai net foreign buy mencapai Rp182,32 miliar. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan emiten lainnya.
Di posisi kedua terdapat PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan nilai pembelian bersih asing sebesar Rp126,76 miliar.
Sementara itu, saham-saham sektor sumber daya alam juga masuk dalam daftar favorit investor asing. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatat net buy Rp79,93 miliar, disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp78,54 miliar.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga menjadi salah satu emiten yang banyak dikoleksi investor asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp74,84 miliar.
Selain itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat net buy sebesar Rp56,55 miliar.
Daftar Saham yang Paling Banyak Dibeli Investor Asing
Berikut daftar saham dengan nilai pembelian bersih asing terbesar pada perdagangan sesi pertama Jumat (12/6/2026):
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp182,32 miliar
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): Rp126,76 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Rp79,93 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Rp78,54 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rp74,84 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp56,55 miliar
- PT Dewa United Energi Tbk (DEWA): Rp38,40 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp34,58 miliar
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO): Rp24,41 miliar
- PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI): Rp23,63 miliar
Daftar tersebut menunjukkan investor asing tidak hanya fokus pada saham perbankan, tetapi juga aktif mengoleksi saham-saham berbasis komoditas dan energi.
BBRI Jadi Saham yang Paling Banyak Dilepas Asing
Di sisi lain, terdapat sejumlah saham yang justru mengalami tekanan jual dari investor asing pada perdagangan hari ini.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dilepas dengan nilai net foreign sell mencapai Rp274,01 miliar.
Nilai tersebut jauh lebih besar dibandingkan saham lain yang masuk daftar penjualan bersih asing.
Selain BBRI, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga tercatat mengalami net sell sebesar Rp41,17 miliar.
Aksi jual asing juga terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi besar lainnya seperti PT Astra International Tbk (ASII), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), serta PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
Daftar Saham yang Paling Banyak Dijual Investor Asing
Berikut daftar emiten yang mencatat net foreign sell terbesar hingga sesi pertama perdagangan:
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Rp274,01 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp41,17 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII): Rp34,95 miliar
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Rp18,01 miliar
- PT Sinar Eka Selaras Tbk (EMAS): Rp17,56 miliar
- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP): Rp16,62 miliar
- PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA): Rp16,17 miliar
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF): Rp14,85 miliar
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Rp13,17 miliar
- PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA): Rp6,99 miliar
Pergerakan dana asing pada perdagangan sesi pertama ini menjadi salah satu sorotan pasar seiring penguatan IHSG yang berhasil menembus level 6.000. Di tengah derasnya aliran dana asing masuk, saham-saham seperti BBCA, DSSA, BRMS, BUMI, dan ANTM menjadi emiten yang paling banyak dikoleksi investor global pada perdagangan hari ini.