Danantara Soroti Transformasi PalmCo
Danantara Asset Management (DAM) melihat upaya modernisasi bisnis sawit yang dilakukan PalmCo sebagai pondasi penting dalam memperkuat kemandirian pangan, energi, dan kedaulatan ekonomi nasional.
Menurut Managing Director Business II Danantara Setyanto Hantoro, transformasi di sektor perkebunan tidak cukup berhenti pada perencanaan.
Yang dilihat di sini adalah konsistensi dan keberanian mengeksekusi perubahan secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir.
"Ini penting untuk mendukung kemandirian pangan dan energi sekaligus kedaulatan ekonomi,” ujarnya.
Ia juga mengaku Danantara bisa mempelajari teknis bisnis sawit terintegrasi PalmCo, yang saat ini mengelola lebih dari 600 ribu hektare perkebunan sawit nasional.
Setyanto Hantoro juga meninjau langsung rantai bisnis terintegrasi yang dikembangkan PalmCo, mulai dari pembibitan, budidaya, pengolahan, hingga pemanfaatan limbah menjadi sumber energi baru terbarukan (EBT).
Kunjungan diawali dari sentra pembibitan Kebun Sei Pagar, salah satu dari tujuh sentra pembibitan sawit unggul bersertifikat di Riau.
Fasilitas ini menjadi tulang punggung program peremajaan sawit rakyat yang digulirkan sejak 2021.
Hingga kini, sekitar 2,56 juta bibit sawit unggul telah disalurkan kepada lebih dari 8.900 petani.
Program tersebut diarahkan untuk memperkecil kesenjangan produktivitas antara kebun rakyat dan perkebunan perusahaan, persoalan struktural yang selama ini membayangi industri sawit nasional.
Dalam proses pembibitan, PalmCo memadukan teknologi dan mekanisasi, mulai dari sistem irigasi sprinkle, penggunaan drone sprayer, hingga pengembangan penangkaran serangga penyerbuk elaidobius.
Di sektor pengolahan, Danantara memberi perhatian pada penerapan teknologi on-site seperti sistem Intank yang memungkinkan pemantauan stok minyak sawit mentah (CPO) secara real-time.
Seperti produksi tandan buah segar (TBS) inti regional ini tumbuh 5,4 persen menjadi 1,6 juta ton dengan produktivitas mencapai 24,07 ton TBS per hektare per tahun.
Pabrik kelapa sawit mencatatkan produksi CPO sebesar 575 ribu ton dengan produktivitas 5,68 ton CPO per hektare per tahun, sementara produksi minyak inti sawit (PKO) mencapai 115 ribu ton.
Rendemen CPO tercatat 23,59 persen, melampaui target perusahaan. Kontribusi regional tersebut menopang kinerja konsolidasi PalmCo.
Secara keseluruhan, perusahaan mencatatkan produktivitas CPO 4,70 ton per hektare per tahun, tumbuh 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba bersih PalmCo mencapai Rp6,19 triliun, atau sekitar 170 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).