Topan Super Ragasa Hong Kong, Warga Stok Hotpot di Rumah

hong kong, hotpot, Topan Super Ragasa, topan super ragasa hong kong, Topan Super Ragasa Hong Kong, Warga Stok Hotpot di Rumah

Jelang Topan Super Ragasa, sejumlah warga di Hong Kong menyiapkan perbekalan makanan untuk stok di rumah. Salah satu yang dibeli yaitu hot pot.

Salah satunya yaitu seorang konten kreator bernama Yuki Leung, yang sedang berbelanja bahan-bahan hot pot di supermarket di Causeway Bay, Hong Kong.

“Saya sudah membeli kebutuhan pokok kemarin, jadi saya akan membeli kebutuhan yang tidak penting hari ini,” katanya, dikutip dari South China Morning Post, Rabu (24/9/2025).

Tidak hanya Yuki, seorang pekerja administrasi bernama Cindy Wong (35 tahun) juga mempertimbangkan untuk membeli hot pot saat belanja bahan makanan. 

Katanya, ia mempertimbangkan membeli hot pot supaya bisa disantap sembari menghabiskan waktu bersama keluarga.

Warga borong bahan pokok

Di sisi lain, warga Hong Kong juga memadati pasar swalayan dan memborong kebutuhan bahan pokok. Panic buying ini terjadi karena warga takut toko akan tutup selama dua hari imbas Topan Super Ragasa.

Dikutip dari Reuters (23/9/2025) Observatorium Hong Kong mengatakan Ragasa membawa angin badai berkekuatan hingga 220 km/jam (137 mph). 

Angin ini dinilai dapat menimbulkan ancaman yang serius bagi pesisir Guangdong.

Diketahui, pada hari Senin, topan ini mempertahankan intensitasnya saat mendekati pesisir Guangdong, menghantam Hong Kong, Tiongkok daratan, dan Taiwan, setelah melanda Filipina utara.

Diperkirakan, topan ini akan mencapai daratan di sepanjang pesisir Guangdong mulai tengah hari hingga Rabu malam.

Menghadapai situasi ini, pihak berwenang Guangdong mengevakuasi lebih dari 770.000 orang, dan lebih dari satu juta orang diperkirakan akan direlokasi ke seluruh provinsi pada hari Selasa.

Hong Kong mengeluarkan sinyal topan 8, sinyal tertinggi ketiganya, pada pukul 14.20 (06.20 GMT), yang mendesak sebagian besar bisnis dan layanan transportasi untuk tutup.

hong kong, hotpot, Topan Super Ragasa, topan super ragasa hong kong, Topan Super Ragasa Hong Kong, Warga Stok Hotpot di Rumah

Potrait sejumlah warga di Makau memborong bahan pokok di swalayan jelang Topan Super Ragasa.

Seorang warga berusia 35 tahun bermarga Mak mengatakan dia telah membeli beberapa bahan makanan. Namun, ia masih perlu membeli lebih banyak lagi bahan makanan untuk persiapan menghadapi topan.

“Kami menutup rapat jendela dan pintu di rumah dan memeriksa apakah ada kebocoran,” katanya.

Menambahkan dari laman Macau Business, sejumlah masyarakat di Makau pun turut memadai swalayan untuk membeli kebutuhan bahan pokok.

Bahkan, pada hari Minggu, pihak polisi juga mengimbau masyarakat mempersiapkan persediaan makanan dan minuman untuk tiga hari.

“Kami punya orang tua dan anak-anak di rumah, jadi saya datang untuk membeli persediaan untuk persiapan menghadapi topan,” kata Kitty Ma, seorang guru berusia 40 tahun, sambil mengamati rak dengan pilihan mi instan yang terbatas, dikutip dari Macau Busines, Selasa (23/9/2025).

Kitty menambahkan, dia membeli banyak sayuran, mi instan, makanan kaleng, dan daging beku untuk persediaan selama dua hingga tiga hari.

Panic buying biasa terjadi jelang topan

Melihat situasi ini, seorang karyawan di supermarket yang sama mengatakan kondisi panic buying ini biasa terjadi jelang topan.

orang selalu datang untuk membeli pasta, roti, dan makanan instan, dan antrean di kasir selalu panjang,” ujar sang karyawan, dikutip dari Macau Business.

Lain halnya dengan supermarket lain di Makau, jumlah pengunjung di sana memang lebih banyak, tetapi mereka tidak memborong bahan pokok untuk persediaan jelang topan.

"Saya membeli makanan seperti hari-hari biasa. Hanya dua atau tiga hari. Setelah itu, semuanya akan kembali normal," ujar seorang pegawai negeri sipil berusia 30 tahun bermarga Chan, yang sedang memilih sayuran.

Sejalan dengan Chan, seorang pekerja kantoran berusia 35 tahun bernama Mandy Chan juga mengatakan bahwa dirinya tidak berbelanja karena panic buying jelang topan.

"Saya membeli apa yang biasanya saya beli. Saya membeli roti, telur, dan ikan kaleng," katanya. 

Biro Urusan Kota (IAM) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa pasokan makanan segar di Makau tetap berlimpah.

Mereka juga mengatakan bahwa permintaan pasokan makanan segar terus meningkat seiring mendekatnya Ragasa.

“IAM terus berkoordinasi dan menjaga komunikasi yang erat dengan para pemasok impor pangan di Makau untuk memastikan kualitas, keamanan, dan pasokan yang stabil bagi produk pertanian seperti sayuran dan daging, serta pangan segar,” ujar biro tersebut.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.